Italia Permudah Pelajar Indonesia

14 November 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Pemerintah Italia memberikan sejumlah kemudahan untuk membantu pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di negara tersebut. Tidak hanya memberikan peluang melalui berbagai program beasiswa, universitas-universitas negeri di Italia juga memberikan keringanan biaya pendidikan kepada pelajar yang berasal dari Indonesia.

Erlip Vintara, Koordinator Pendidikan, Penerjemah, dan Beasiswa Pusat Kebudayaan Italia, mengatakan, melalui beasiswa, Pemerintah Italia menawarkan 700 euro per bulan plus asuransi kesehatan kepada seluruh pelajar Indonesia selama masa kontrak beasiswa studi di Italia.

"Untuk universitas negeri ada keringanan biaya. Jadi, mahasiswa Indonesia bisa mengajukan keringanan biaya dengan menyerahkan dokumen seperti penghasilan keluarga atau penghasilan pribadinya," kata Erlip saat ditemui Kompas.com di "European Higher Education Fair 2011" di Jakarta Convention Centre, Minggu (13/11/2011).

Melalui dokumen penghasilan dan prasyarat lainnya, kata Erlip, universitas negeri di Italia akan menghitung keringanan biaya yang akan diberikan kepada pelajar dari Indonesia. "Mereka akan mematok harga kuliah berdasarkan hitung-hitungan itu," katanya.

Selain itu, kata Erlip, ada juga bentuk beasiswa pendidikan lainnya yang berasal dari Pemerintah Italia, misalnya kursus bahasa Italia, program S-1, S-2, dan S-3. Untuk beasiswa program S-1 hingga S-3, para pelajar yang melamar harus terlebih dahulu diterima di universitas yang dituju sebelum kemudian akan direkomendasikan kepada pihak Kedutaan Besar Italia.

Adapun untuk beasiswa kursus bahasa Italia relatif lebih mudah karena ditentukan oleh pihak kedubes dan para pelamar beasiswa tidak perlu harus diterima di sebuah institusi pendidikan terlebih dahulu.

"Untuk program bahasa itu lebih mudah karena yang mengatur adalah pihak kedubes. Tetapi untuk program S-1 sampai S-3 para pelajar harus lebih dulu diterima di universitas. Setelah diterima, barulah universitas tersebut mengajukan ke kedutaan. Jadi bukan kami yang menentukan," ujarnya.

Meski demikian, alumnus sebuah universitas di Italia ini menegaskan, para pelajar yang berniat melanjutkan studi ke Italia harus mengasah kemampuan bahasa Italia-nya. Sebab, hampir seluruh universitas di Italia, khususnya jenjang S-1, menggunakan bahasa Italia sebagai bahasa pengantarnya.

Saat ini, banyak pelajar Indonesia memilih program studi arsitek dan desain sebagai program studi favorit. Dalam catatannya, pada tahun 2011 ada sekitar 60 pelajar Indonesia yang memilih Italia sebagai negara untuk melanjutkan studi. Puluhan pelajar ini ada yang mendapatkan beasiswa, ada pula yang melanjutkan studi dengan biaya sendiri.

"Yang penting persiapkan kemampuan bahasa Italia-nya, setidaknya untuk percakapan dasar karena itu akan sangat membantu," kata Erlip.

Sumber: kompas.com