IPB Akan Blacklist Sekolah yang Nakal

25 April 2015 Berita Pendidikan


Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto menyatakan Institut Pertanian Bogor (IPB) akan mencoret atau mem-blacklist sekolah yang ketahuan memalsukan nilai rapor dan terlibat kecurangan ujian nasional (unas).

"Kalau kebocorannnya berat, kita akan sangat kesulitan. Kita sangat berharap indeks integritas sekolah itu menjadi salah satu pertimbangan," ujarnya.

IPB dan sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya telah menyeleksi calon mahasiswa berdasarkan nilai rapor, melalui database yang ada di sekolah masing-masing. IPB juga sudah memiliki database masing-masing sekolah. Sehingga bagi sekolah yang dipercaya, akan diberi banyak kuota kursi mahasiswa.

"Tapi, bagi sekolah yang tidak dipercaya, yang memalsukan nilai rapor dan sebagainya, tidak akan kami pertimbangkan. Bahkan, kita masukkan ke daftar hitam," tegasnya.

Kemarin, Prof Herry bersama para rektor PTN lainnya mengikuti rapat dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Itu untuk mengetahui berapa banyak soal yang bocor.

"Karena soal yang bocor, kalau dikatakan ada 30 paket, berarti seberapa jauh independen soal itu tidak sama dengan soal-soal lain. Ini yang ingin saya ketahui," tandasnya.

Yang penting siswa yang sudah lulus dari SMA sederajat, bisa mengikuti proses seleksi. "Selama memiliki ijazah dan surat tanda lulus, siapa pun itu bisa kita pertimbangkan," ungkapnya.

Untuk tahun ini, IPB menerima mahasiswa dari jalur SNMPTN sebanyak 50 persen, kemudian 30 persen dari jalur SBMPTN. Sedangkan untuk seleksi mandiri diberi kuota sebanyak 20 persen.

"Jadi, dengan skema ini kita bisa mencari siswa-siswa dengan rajinnya, konsistennya, prestasi selama tiga tahun, melalui SNMPTN, yakni nilai rapor," kata Herry.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)