Inilah yang Dikhawatirkan Jika UN Dihapus

7 Desember 2016 Berita Pendidikan


Rencana moratorium Ujian Nasional (UN) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengundang banyak kekhawatiran dari berbagai pihak. Kekhawatiran tersebut diantaranya menurunkan minat belajar anak dan bagaimana seleksi di Perguruan Tinggi nanti.

Kepala Dispendik Jatim Saiful Rachman mengatakan dua tahun terakhir hasil UN selalu turun ketika UN tidak lagi menjadi pedoman kelulusan sekolah.

"Nilai UN di dua tahun terakhir terus mengalami penurunan. Karena itu, perlu perubahan orientasi belajar dari yang sebelumnya mengejar nilai UN, kini harus berorientasi pada jenjang yang di atasnya," kata Saiful.

Penurunan terjadi mulai dari jenjang SMP, SMA dan SMK. Tingginya jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) atau kurang dari 55.

Lain halnya penurunan nilai, Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Warsono mengatakan, bila pemerintah meniadakan UN pada tahun depan, penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN otomatis ikut berubah.

"Kalau rencana itu terwujud, tinggal kita hapus penilaian tentang nilai UN. Penghapusan bisa dilakukan secara sistemik," kata Warsono.

Warsono juga mengatakan UN SMA/SMK tidak mungkin didesentralisasi ke provinsi karena ukuran standarnya bakal berbeda.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)