Inilah Tiga Karya Pemenang "for Woman in Science"

4 Desember 2009 Berita Pendidikan


Dewan juri untuk kategori life science Dr Herawati Sudoyo, Direktur Eksekutif Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, mengatakan, konsistensi kegiatan ini cukup mendukung kemajuan sains di Indonesia. Dia mengatakan, para pemenang terdahulu pun senantiasa dipantau dan masih berkontribusi bagi kegiatan "for Woman in Science" tersebut.

"Cukup sulit bagi dewan juri menentukan para pemenang tahun ini, karena memang semua hasil penelitian yang kami terima sangat bagus tetapi harus relevan untuk diaplikasikan," ujar Herawati.

Karya penelitian Kartika, misalnya. Dosen dan peneliti Universitas Jember ini melakukan penelitian berjudul Karakterisasi Molekuler Faktor Imunomodulator Kelenjar Saliva Vektor Malaria Anopheles Aconitus Sebagai Target Potensial dalam Pembuatan Transmission Blocking Vaccine (TBV) Melawan Malaria.

Sementara itu, Sidrotun Naim, asisten akademik STIH ITB, membuat penelitian tentang Potensi Polikultur Udang Windu dan Ikan Mujaer dalam Meminimalisasi Risiko Virus Bintik Putih dan Vibriosis. Sedangkan pemenang di kategori material science, Widiyandari, membuat judul penelitian tentang Pemanfaatan Teknologi Film Nanofiber pada Pembuatan Gelas Transparan Konduktif untuk Aplikasi Sel Surya.

Menurut Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman, para perempuan muda peneliti di ajang "for Woman in Science" ini berasal dari berbagai perguruan tinggi dan instansi penelitian di seluruh Indonesia. Dia mengatakan, sosialisasi kegiatan yang dimulai sejak Juli 2009 itu telah menyaring 21 kandidat dari Jawa dan Sumatera dan berhasil menyeleksi 8 finalis.

Adapun penganugerahan L'Oreal Indonesia Fellowships for Woman in Science merupakan program hasil kerjasama antara L'Oreal Group dan UNESCO yang telah memasuki tahun ketiga. Tahun ini, tiga pemenang penghargaan tersebut berhak atas hadiah uang yang masing-masing senilai Rp 60 juta.
Sumber: Kompas.com