Berita Pendidikan
4 Mei 2011

Infrastruktur Pendidikan di Tasik Memprihatinkan

TASIKMALAYA Kondisi ribuan infrastruktur pendidikan di daerah Kabupaten Tasikmalaya, sejak beberapa tahun terakhir ini, masih memprihatinkan. Dikhawatirkan kondisi ini akan mengganggu kegiatan belajar dan mengajar di Tasikmalaya.

Pasca gempa tahun 2009 masih banyak sekolah yang kondisinya masih rusak, bahkan ambruk. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak negatif pada mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut data yang didapat di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya, ribuan ruang kelas di daerah Kabupaten Tasikmalaya, butuh perhatian Pemda karena mengalami rusak. Namun, sejauh ini pihak Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, tidak bisa berkutik dengan dalih karena keterbatasan dana.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Mohamad Zein. M.Pd, kepada Tubas membenarkan, sekitar 2.561 ruangan belajar SD, SMP, SLA dan SMK, dari jumlah 1.367 bangunan sekolah tersebar di Kabupaten Tasikmalaya mengalami kerusakan.

Walaupun, masih banyak gedung sekolah SD, SMP dan SLA/SMK, yang rusak, namun tidak mempengaruhi mutu dan kualitas pendidikan di Tasikmalaya, kata Zein.

Menyinggung tentang rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di Kabupaten Tasikmalaya, sudah dimulai dan berdiri sejak beberapa tahun lalu. Di antaranya SD Sukasenang Singaparna, SMP Negeri Sinagaparna, SMA Negeri Singaparna dan Manonjaya, Sedangkan SMK Negeri Bantarkalong sudah diajukan ke pusat.

Sumber: tubasmedia.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris