Indonesia Percepat Pendidikan Doktor

17 Desember 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan pemerintah kini mempercepat pendidikan bagi doktor. Sebabnya, Indonesia memerlukan lebih banyak lulusan strata-3 untuk menggerakkan perguruan tinggi.

"Kami menargetkan percepatan paling tidak sampai 2015, 20 persen dari dosen adalah S3," ujarnya dalam pembukaan International Summit 2010 di Istana Wakil Presiden, Kamis (16/12).

Ia menguraikan, kini ada sekitar 270 ribu dosen di nusantara. Hanya 23 ribu, atau kurang dari 10 persen, berpendidikan strata-3. Nuh memasang target, tiap tahun harus ada doktor baru sekitar tujuh ribu orang.

"Baik itu dari Kemendiknas atau bekerja sama dengan berbagai negara," ucapnya di depan 65 orang anggota Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional yang berpartisipasi dalam International Summit 2010.

Selain untuk menggerakkan perguruan tinggi, kata Nuh, para doktor juga sangat dibutuhkan untuk riset berbagai macam bidang.

Acara International Summit 2010 tersebut diharapkan dapat menciptakan jejaring bagi ilmuwan Indonesia, baik yang mengabdi di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk bekerja sama lebih erat.

Perhelatan selama tiga hari di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional itu bakal membahas 11 bidang. Yakni, Kedokteran dan Bioteknologi, Energi, Informatics and Electrical Engineering, Pendidikan, Regional Development and Enviroment, Rekayasa Industri dan Robotika, Social Sciences, Humaniora dan Ilmu Kemanusiaan, Percepatan Pembangunan Ekonomi, Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Teknologi dan Ketahanan Pangan.

Sumber: tempointeraktif.com