Indonesia Luncurkan Laporan Gem UNESCO 2016

10 September 2016 Berita Pendidikan


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) meluncurkan Laporan Pemantauan Pendidikan Global (Global Education Monitoring/GEM) UNESCO 2016. Indonesia menjadi satu dari empat negara yang terpilih menjadi tuan rumah selain Inggris, Rwanda, dan Kolumbia.

Laporan GEM bertemakan ‘Pendidikan bagi Manusia dan Bumi: Menciptakan Masa Depan Berkelanjutan untuk Semua’. Laporan ini merupakan publikasi pertama yang menyoroti kebutuhan mendesak peningkatan layanan pendidikan.

"Pendidikan dasar universal dunia hanya akan dicapai tahun 2042, sementara pendidikan menengah dasar (SMP) dicapai tahun 2059 dan pendidikan menengah ke atas (SMA) pada tahun 2084. Berarti kan dunia terlambat setengah abad dari waktu pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 2030," ungkap Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud Ananto Kusuma Seta.

Ananto juga menerangkan SDG merupakan rancangan pendidikan 15 goals selama 15 tahun untuk seluruh dunia. Di dalam SDG menempatkan pendidikan sebagai ibu dari masalah - masalah di dunia.

Sementara Analis Kebijakan Senior Laporan GEM, Manos Antoninis mengaku kurangnya anggaran pendidikan menghambat kemajuan pendidikan. Ia mengatakan ada dua cara memprioritaskan pengeluaran untuk pemerintah, yakni menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan mengalokasikan anggaran pendidikan.

Pada peluncuran laporan hadir pula Mendikbud Muhadjir Effendy. Ia menjelaskan, pemerintah sudah berkomitmen merevolusi karakter bangsa melalui kebijakan rekonstruksi kurikulum pendidikan nasional untuk menjamin kualitas kesejahteraan guru.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)