Indonesia Lima Besar Negara Terporno

18 Januari 2010 Berita Pendidikan


Peran orang tua sangat penting bagi perkembangan kualitas kepribadian anak di era maraknya penggunaan televisi, telepon seluler, dan internet. Apalagi Indonesia masuk lima besar negara terporno di dunia.
Demikian terungkap dalam kegiatan pendidikan dan workshop bertema Membentuk orang tua cerdas dan kreatif di era layar bertempat di aula Islamic Center Bandar Lampung, Sabtu (16-1). Kegiatan ini diselenggarakan Komite SD Islam Terpadu Permata Bunda Darul Hikmah, Rajabasa, Bandar lampung. Kegiatan ini diikuti 240 wali murid kelas I dan II SDIT Permata Bunda.

Berdasarkan data yang dipaparkan pemateri, Barmalisi, Indonesia merupakan lima besar negara terporno di dunia. "Lembaga Pendidikan Buah Hati Jakarta beberapa kali melakukan survei. Untuk tahun 2003 Indonesia menduduki peringkat ketujuh, tahun 2005 peringkat kelima, dan 2008 peringkat kedua negara terporno," kata dia.

Ia mengatakan untuk itu orang tua harus secara intens memperhatikan aktivitas anak. Orang tua, kata dia, harus memberikan pengarahan dan pengertian dengan komunikasi yang efektif. "Karena kekeliruan berkomunikasi justru menimbulkan hasil yang buruk," kata dia. Untuk itu, diperlukan komunikasi efektif antara orang tua dan anak agar bisa membentuk kepribadian yang baik

Mengenai kiat meningkatkan komunikasi, Barmalisi menyatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua, antara lain berbicara jangan tergesa-gesa; mengenali karakter lawan bicara, suami, anak, teman; dan memahami kebutuhan dan kemauan yang berbeda dalam berkomunikasi.

"Salah satu cara meningkatkan intensitas komunikasi adalah membaca bahasa tubuh lawan bicara. Perhatikan tindakan. Bicara lebih nyaring daripada kata-kata. Bahasa tubuh tidak pernah berbohong," kata dia.

Ketua Pelaksana Kegiatan Rini Setyawati mengatakan era globalisasi memberikan tantangan tersendiri bagi orang tua dalam membentuk kepribadian anak. Penggunaan media komunikasi dan informasi tanpa bimbingan akan berdampak negatif bagi perkembangan anak.

Rini menjelaskan di era informasi ini, SDIT Permata Bunda memberikan pendidikan ini bagi siswa maupun wali murid. "Untuk siswa merupakan tanggung jawab sekolah, sedangkan untuk wali murid diselengarakan pihak komite sekolah," kata dia.

Kegiatan bertujuan menghindari efek buruk yang dapat ditimbulkan media komunikasi dan informasi saat ini. "Media televisi saat ini dipenuhi oleh tayangan-tayangan tidak mendidik, berbau porno, dan kekerasan. Sehingga orang tua harus pandai memilah tontonan bagi anaknya," kata Mardiah Budi S. selaku Wakil Kepala SDIT Permata Bunda.

Sedangkan Ketua Komite Sekolah Agus Mukhendar menjelaskan kegiatan ini bertujuan memberikan keterampilan berkomunikasi efektif bagi orang tua dalam membangun kepribadian anak di era layar. "Era layar maksudnya era keterbukaan informasi baik melalui internet maupun televisi," kata dia. n UNI/S-1

Sumber: Lampungpost.Com