Indonesia Harus Belajar Banyak dari Jepang Soal Mencintai Bahasa Nasional

3 Desember 2015 Berita Pendidikan


Bahasa nasional merupakan komponen penting berkomunikasi dalam suatu negara. Berbicara mengenai penggunaan bahasa nasional, Indonesia dapat belajar banyak kepada Jepang. Dalam hal mencintai bahasa nasional, masyarakat Jepang terkenal sekali menjunjung tinggi bahasanya.

Kepala Pusat Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemdikbud) Prof Mahsun, mengatakan bahwa di Jepang, jarang sekali orang menggunakan bahasa Inggris. Semua tenaga kerja asing (TKA) diwajibkan berbahasa Jepang. Itu sebabnya, banyak sekali tenaga kerja Indonesia (TKI) yang kesulitan bekerja di Jepang.

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di tanah air. Mahsun sendiri mengakui rendahnya generasi muda di Tanah Air mencintai bahasa Indonesia. Itu terjadi akibat kurang percaya diri mereka terhadap apa yang dimiliki bangsa ini.

Padahal, jika ingin membanggakan dan mencintai bangsa ini, cara berpikir masyarakat Indonesia haruslah diubah. Itu dimulai dari bahasa.

Apalagi dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada awal 2016, menurut Guru besar bidang linguistik Universitas Mataram ini menyarankan sebaiknya pemerintah "menghidupkan" kembali aturan yang mewajibkan TKA memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik.

Hal ini secara tidak langsung bisa menjadi filter bagi masuknya TKA. Dengan begitu, anak-anak bangsa tidak tergusur dan lebih siap menghadapi liberalisasi tenaga kerja.

Mengenai penghapusan salah satu pasal dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No 12 Tahun 2013 ini menurut Mahsun sendiri seharusnya tidak dilakukan. Karena hal tersebut terkait dengan bentuk perlindungan kepada anak-anak di tanah air.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)