Ilmuwan Argentina-Brazil Temukan Mekanisme Ingatan Jangka-Panjang

26 Agustus 2009 Berita Pendidikan


Penelitian tersebut juga diterbitkan di dalam majalah "Science", terbitan Jumat. Penilitian itu berlangsung dua tahun dan dipimpin oleh para profesor PUC-RS, Martin Cammarota, Janine Rossato, Lia Bevilaqua dan Ivan Izquierdo, serta Profesor Jorge Media, yang sedang berkunjung, dari Buenos Aires University.

Dalam studi itu, para ilmuwan tersebut berhasil memperlihatkan melalui percobaan biokimia pada tikus bahwa "dopamine" bertanggung jawab atas ingatan dan tak-terlupakannya peristiwa trauma jangka-panjang.

Menurut para ilmuwan tersebut, 12 jam setelah peristiwa penting terjadi -dalam percobaan, semua tikus dijadikan objek sengatan listrik- otak menghasilakn dosis tinggi "dopamine", yang membuat semua tikus ingat pengalaman menyakitkan itu untuk jangka waktu lama.

Namun jika otak tikus tak menghasilkan "dopamine" pada tahap itu, kejadian tersebut terlupakan, dan semua tikus takkan menghindari sengatan listrik kedua.Gangguan itu dapat menjelaskan mengapa banyak orang tertentu, seperti pecandu narkotika, berkeras untuk melakukan prilaku yang merusak kendati dampaknya negatif.

Menurut Profesor Cammarota, dengan mengetahui bagaimana ingatan mengenai peristiwa itu terjadi, para ilmuwan mungkin, pada masa depan, menghasilkan obat untuk membantu pasien gangguan daya kognitif, seperti penyakit Alzheimer, dan atau prilaku yang tak-menyesuaikan diri terus-menerus, seperti kecanduan narkotika. ant/oana/kpo

By Republika Newsroom

sumber: republika.co.id