ICW: Modus Korupsi Bidang Pendidikan Manipulasi Anggaran

25 Oktober 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan perhatian di bidang pendidikan. Pasalnya, korupsi di bidang pendidikan dengan modus manipulasi anggaran sudah semakin memprihatinkan.

"KPK bilang prioritas (masuk dalam program utama KPK). Seharusnya hal itu dilakukan di aspek penindakan," ujar Kepala Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Ade Irawan, yang ditemui wartawan di Jakarta, Kamis (21/10/2010) sore.

Menurutnya, praktik korupsi terbanyak di bidang pendidikan dilakukan dengan modus memanipulasi anggaran dan pengalokasiannya. Backbone-nya di anggaran. Korupsi di bidang pendidikan sekarang lebih canggih. Kalau dulu uang dari pusat disunat, sekarang modusnya sistem sodok, uang tetap turun ke sekolah tetapi mereka harus setor ke atas. Bila mereka tidak menyetor maka tidak akan mendapatkannya," tuturnya.

Anggaran pendidikan yang sering kali diselewengkan adalah anggaran-anggaran terbesar di Kemendiknas, seperti BOS, DAK, dan sertifikasi guru. Ia pun mengaku pihaknya memiliki bukti-bukti yang memadai terkait kasus-kasus korupsi di bidang pendidikan.

Sumber: tribunnews.com