Hilmar Farid: Pendidikan Karakter Lewat Musik Dimulai Februari 2017

25 Januari 2017 Berita Pendidikan


Siapa bilang musik hanya untuk dinikmati untuk kesenangan maupun sekadar hobi? Musik lebih dari itu dapat membantu membentuk karakter seseorang.

Seperti yang diungkapkan oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid, musik merupakan salah satu media perekat untuk menumbuh-kembangkan dan merawat nilai-nilai toleransi.

Melalui musik yang tidak mengenal batas sosial, latar belakang agama dan suku, diharapkan pengenalan toleransi dan sosialisasi akan makna Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan Pancasila lebih mengena dan tidak sebatas wacana serta semboyan belaka.

Jika diangkat menjadi kurikulum dan pendidikan karakter, tentu hal ini membutuhkan komitmen dari seluruh stakeholder. ‎Sebab, di sini bukan melatih anak agar pandai bermusik tapi membangun karakter lewat musik.

Hilmar kemudian menambahkan bahwa pendidikan karakter lewat musik ini bisa dimulai pada bulan Februari 2017. Untuk awal, sistem ini akan dicoba di Jakarta, bagi sekolah yang mau menerapkan akan mendapatkan pengarahan dari pihaknya.

Melalui musik, Hilmar optimis bahwa sejatinya akan membentuk karakter anak yang bisa bekerja sama lebih tinggi, perilaku disiplin serta berbudi pekerti luhur.

Menyoal kendala, pihaknya mengatakan bahwa dalam pendidikan karakter berbasis musik ini adalah masih banyak sekolah belum memiliki alat musik, serta guru seni yang terbatas karena banyak terpusat di kota.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)