Hasil Ujian Sekolah SD/ MI Tidak di Umumkan oleh Kemendikbud

19 Juni 2014 Berita Pendidikan


Ujian Sekolah (US) merupakan ujian tahap akhir yang digelar bagi tingkatan sekolah dasar (SD) dan sederajat sebagai mana pengganti dari Ujian nasional (UN) yang memang telah di hapuskan oleh pemerintah untuk jenjang SD. Memasuki pekan ini merupakan tahap finalisasi hasil ujian sekolah (US) SD/MI. Rencananya akhir pekan ini sekolah mengumumkan kelulusan US SD/MI. Meskipun hampir pasti seluruh peserta ujian lulus, para siswa tetap menunggu hasil ujiannya. Direktur Pembinaan SD Ditjen Pendidikan Dasar Kemendikbud Ibrahim Bafadal mengatakan, perlakuan terhadap US SD/MI dan Unas SMP serta SMA berbeda.

Dalam pernyataannya Bafadal mengatakan pada prinsipnya US SD/MI ini memiliki peran sebagai ujian akhir jenjang pendidikan SD. Dia berharap hasil US SD/MI dipakai pertimbangan untuk seleksi siswa baru jenjang SMP. Sehingga sekolah tidak perlu lagi repot-repot melakukan tes tulis atau sejenisnya.

Dia mengatakan pelaksanaan US SD/MI mulai dari awal hingga penetapan kelulusan berjalan dengan lancar. Dia mengatakan tim dari Kemendikbud melakukan pemantauan langsung ke seluruh provinsi untuk melakukan pendampingan. "Alhamdulillah US bisa berjalan dengan serentak di seluruh Indonesia," paparnya. Evaluasi lainnya adalah tentang komposisi soal ujian. Dia mengatakan 25 persen butir soal ujian dibuat oleh Kemendikbud. Sisanya sebanyak 75 persen butir soal ujian dibuat dinas pendidikan provinsi dengan melibatkan jajaran di kabupaten dan kota setempat. Bafadal mengatakan pembuatan 75 persen butir soal yang dibuat pemda itu, tetap mengacu pada kisi-kisi soal buatan Kemendikbud. Bafadal mengatakan sinkronisasi pembuatan soal ujian dari pusat dengan daerah sudah berjalan dengan bagus. Dia mengatakan tidak menutup kemungkinan pada US tahun depan, komposisi persentase soal itu berubah. Persentase soal ujian yang dibuat oleh Kemendikbud, bisa ditingkatkan di atas 25 persen.

Ia mengatakan US SD/MI sudah dilimpahkan ke pemda. Tetapi Kemendikbud tetap berharap US SD/MI itu memiliki unsur nasional. Sehingga bisa dipakai untuk pemetaan kualitas SD/MI di seluruh Indonesia. "Sekarang bagaimana memetakannya, yaitu dengan melihat hasil siswa menjawab butir soal dari pusat," paparnya. Dia mengatakan sampai saat ini Kemendikbud belum memperoleh laporan hasil US SD/MI dari daerah.

Kelulusan merupakan tujuan utama dalam perjuangan siswa dalam menempuh hasil akhir . Tetapi, pendidikan yang berakar pada budaya bangsa harus pula memahami globalisasi yang dapat dikaji berdasarakan pendidikan yang baik pula.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari jpnn.com)