Hasil Uji Coba UN Masih Menyedihkan

30 Maret 2011 Berita Pendidikan


MAGELANG - Uji coba ujian nasional (UN) di Kabupaten Purworejo dan Magelang, belum menunjukkan hasil maksimal. Di sejumlah sekolah, masih ada peserta UN yang meraih nilai di bawah standar kelulusan.

Linus, salah seorang guru bahasa Inggris di sebuah SMP swasta di Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, mengatakan, dalam tiga kali pelaksanaan uji coba UN, selalu saja ada siswa yang mendapatkan nilai buruk.

"Khusus untuk mata pelajaran bahasa Inggris, masih ada siswa yang mendapat nilai 0,2 dan 0,3," ujarnya. Nilai yang menjadi standar kelulusan tiap mata pelajaran dalam UN tahun ini adalah 5,6.

Linus mengatakan, dari total peserta UN sebanyak 27 orang, siswa yang mendapat nilai di bawah 5,6 ini mencapai lebih dari 50 persen. Pencapaian ini menjadi penanda buruk, bahwa para siswa tersebut sulit untuk lulus dalam UN.

Di SMA Negeri 7 Kabupaten Purworejo, dari enam kali pelaksanaan uji coba UN, hasil uji coba yang terakhir masih menunjukkan sekitar 10 persen siswa meraih nilai di bawah standar kelulusan. Jumlah peserta UN di SMA Negeri 7 terdata 286 siswa.

Ketua Panitia UN SMA Negeri 7 Kabupaten Purworejo Sadmo Wibowo mengatakan, kendatipun demikian, hasil yang diperoleh dari uji coba UN yang terakhir ini cukup menggembirakan karena telah menunjukkan peningkatan dibanding uji coba-uji coba yang dilaksanakan sebelumnya.

"Pada pelaksanaan uji coba yang pertama, jumlah siswa yang meraih nilai 3 dan 4, masih mencapai lebih dari 20 persen," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Panitia UN SMK Batik Perbaik Kabupaten Purworejo, Sujatmiko. Jika pada uji coba pertama siswa yang mendapat nilai di bawah standar kelulusan masih mencapai lebih dari 40 persen, maka dari hasil uji coba terakhir, sudah jauh berkurang menjadi dua persen.

"Dengan hasil ini, kami optimis masih mampu mencapai persentase kelulusan 95 persen," ujarnya. Jumlah peserta UN dari SMK Batik Perbaik mencapai 366 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo Budi Aryawan mengatakan, sejauh ini, tidak ada kendala yang cukup berarti untuk mempersiapkan para siswa menghadapi UN. Sebaliknya, menurut dia, baik pihak sekolah maupun dinas merasa lebih santai karena tahun ini prestasi di sekolah juga ikut diperhitungkan dalam kelulusan siswa.

Sekalipun mendapat nilai buruk dalam UN, tahun ini, siswa akan dapat terbantu dari hasil pencapaiannya dalam ujian semester dan ujian sekolah, ujarnya.

Sumber: kompas.com