Hampir Setahun, Ribuan Guru Honorer di Garut Belum Digaji

31 Agustus 2009 Berita Pendidikan


Sekitar 4.000 guru non pegawai negeri sipil di Kabupaten Garut, Jawa Barat, selama delapan bulan terakhir ini belum memperoleh tunjangan fungsional. Padahal sesuai peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2008, tunjangan guru itu dibayarkan paling lambat satu semester atau dua kali pembayaran dalam satu tahun. Pembayaran tahun ini sangat bermasalah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kata ketua Serikat Guru Indonesia Kabupaten Garut, Imam T. Taufiq, di kantornya Jalan Patriot, Garut Jumat (28/8).

Jika dihitung sejak 1 Januari 2009, hutang pemerintah kepada para guru non PNS mencapai Rp 6,4 miliar. Soalnya tunjangan yang telah menjadi hak guru itu sebesar Rp 200 ribu per bulan. Tunjangan tersebut telah diberikan pemerintah sejak tahun 2007 lalu dan pembayarannya pun berjalan lancar sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaannya.

Imam berharap, tunjangan itu bisa dicairkan awal September mendatang. Selain itu, pembayaran pun diharapkan dapat dilakukan sekaligus, tidak dengan cara dicicil. Sehingga uang tersebut dapat membantu para guru dalam merayakan lebaran tahun ini. Bila tidak, berarti pemerintah mengharapkan kami untuk menagihnya dengan cara turun kejalan, ujarnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Garut, Dendi Hidayat, mengaku tak mengetahui tentang tunjangan tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak memiliki hutang kepada para guru, karena semua pembayaran telah dilakukan. Semua yang bersumber dari anggaran daerah sudah diberikan kepada guru, kami tidak punya hutang, ujarnya.

Dia menduga, tunjangan yang dipertanyakan para guru tersebut berasal dari anggaran pemerintah provinsi Jawa Barat. Biasanya dana itutidak masuk ke kas daerah melainkan langsung diberikan kepada para guru melalui rekeningnya masing-masing. Sementara itu, saat hendak menanyakan kondisi tersebut, kepala dinas pendidikan Kabupaten Garut, Komar Mariuna, tidak ada di kantornya yang berada di Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul. Begitu pula saat dihubungi melalui telpon selulernya, yang bersangkutan tidak merespon pertanyaan yang dilayangkan tempo melalui pesan singkat.

SIGIT ZULMUNIR

Sumber: Tempointeraktif.Com