Guru Swasta di Tuban Belum Gajian Enam Bulan

11 Juli 2015 Berita Pendidikan


Nasib guru swasta semakin memprihatinkan. Kenapa? Karena sampai saat ini pencairan gaji guru swasta semakin tidak jelas. Jika dibandingkan dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah mendapatkan gaji menjelang lebaran dan kenaikan gaji setiap enam bulan terakhir, guru swasta yang berada dibawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) belum mendapatkan gajinya.

Sampai saat ini, dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang menjadi sumber gaji mereka pencairannya tidak jelas. Padahal masing - masing sekolah sudah melengkapi sejumlah persyaratan berupa surat pertanggungjawaban (Spj).

Salah seorang kepala sekolah madrasah ibtidaiyah (MI) swasta di Kecamatan Merakurak, Tuban mengatakan bahwa ia tidak tahu kapan gaji yang seharusnya menjadi hak guru swasta akan dicairkan. Namun menurutnya seharusnya sebelum lebaran tahun ini akan dicairkan. Mau tidak mau guru swasta harus bersabar menanti pencairan dana tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan kondisi tersebut membuat nasib para pendidik swasta semakin terkatung-katung. Hal itu terjadi seiring dengan belum cairnya BOS selama enam bulan terakhir. Kondisi tersebut diperparah dengan belum terbayarnya pinjaman sejumlah pengelola sekolah swasta untuk menutupi biaya operasional sekolah.

Ditambahkannya lagi, yang membuat keadaaan lebih memprihatinkan adalah, Tunjangan Fungisional (TF) yang seharusnya cair bulan Juni lalu sampai saat ini juga belum jelas. Tetapi mau tidak mau para guru swasta ini harus tetap bertahan dan berjuang dalam menjalankan profesi mereka meskipun kondisi belum jelas.

Semoga saja dana yang seharusnya menjadi hak para guru swasta ini akan segera cair seperti yang telah dijanjikan supaya furu swasta dapat merayakan lebaran tanpa dibebani pikiran mengenai dana yang tidak kunjung diterima.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)