Guru Senior, Jangan Takut Diuji Kompetensi!

24 November 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom mengungkapkan, para guru yang berusia di atas 50 tahun dan tengah mengajukan tunjangan sertifikasi tidak perlu khawatir akan kalah bersaing dengan para guru lainnya yang secara usia jauh lebih muda.

Syawal menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh para guru untuk mendapatkan sertifikasi. Diantaranya adalah telah bergelar sarjana (S1), atau telah berusia minimal 50 tahun dan dalam masa kerja minimal 20 tahun.

"Guru senior tidak perlu khawatir, karena tidak akan rontok saat mengikuti tes," kata Syawal kepada para wartawan, dalam jumpa pers peringatan Hari Guru, Rabu (23/11/2011), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Menurutnya, tidak sepatutnya para guru yang berusia di atas 50 tahun memiliki khawatiran untuk mengikuti tes seleksi sertifikasi. Tes yang dilakukan, kata Syawal, dilakukan secara transparan. Proses sertifikasi juga terus diperbarui dan dilakukan lebih profesional.

"Tidak perlu dibesar-besarkan, sertifikasi kan dikelola secara profesional, dan sifat tes hanya meliputi pedagogik dan uji kompetensi," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menegaskan, uji kompetensi penting untuk meningkatkan kualitas guru, apalagi karena guru sekarang ini merupakan profesi. Untuk menunjukkan tingkat profesionalitasnya, guru harus diukur kompetensinya dalam hal pedagogi, sosial, akademik, dan manajerial.

Guru senior justru kaya pengalaman mengajar selama bertahun-tahun. Mereka punya basis keilmuan yang kuat. Tidak perlu terlalu khawatir karena kami akan menghitung kompetensi paling minimal. Tiket masuk sertifikasi ya uji kompetensi itu, kata Nuh.

Bagi guru-guru senior yang sudah berusia tua dan tidak lulus uji kompetensi, kata Nuh, akan diberikan pelatihan-pelatihan sehingga kualitasnya bisa meningkat.

Apa rela siswa kita nanti diajar oleh guru-guru yang tidak kompeten? Tidak ada niat sama sekali menghambat sertifikasi guru, kata Nuh.

Kompetensi guru itu untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan, ujarnya.

Sumber: kompas.com