Guru Punya Peran Mencegah Penyebaran Hoaks

23 Maret 2018 Berita Pendidikan


Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, pemerintah memiliki concern pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing. Tujuannya ke depan, memasuki Indonesia emas tahun 2045, kita memiliki generasi yang unggul.

Moeldoko menerangkan, Presiden Joko Widodo tengah membangun fondasi bangsa yang lebih baik ke depan. Guru NU memiliki peran strategis membentuk karakter anak didik. Sebab, guru NU menanamkan karakter kebangsaan dan keislaman yang rahmatan lil alamin sebagai modal kemajuan bangsa dan negara. Saya kecil di langgar, dididik kiai. Di situlah karakter saya dibentuk. Saya bisa hidup seperti ini ada peran guru.

Dalam kesempatan itu, PERGUNU(Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) menyampaikan rencana Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II di Asrama Haji Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 5-6 Mei 2018. Persebaran PERGUNU saat ini meliputi 34 provinsi, 412 pengurus anak cabang, 3.370 pengurus anak cabang dengan lebih dari 12 ribu anggota.

Menurut Moeldoko, problem yang dihadapi bangsa saat ini adalah miskin hati. Orang seenaknya menghujat pimpinannya, menyebar hoaks, dan yang paling bisa menghadapi ini adalah para guru. Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PERGUNU Agus Mulyana mengatakan, rakernas akan dihadiri pengurus wilayah dan cabang se-Indonesia yang berjumlah kurang lebih 1.200 peserta. Dalam kesempatan itu, PERGUNU juga menyampaikan usulan membentuk Komisi Perlindungan Guru. Hal ini sebagai bentuk perlindungan serta kesejahteraan untuk para guru dengan memberikan kepastian perlindungan hukum maupun pengawasan pelaksanaan peraturan.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)