Guru PAUD dan Guru SD Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa

23 November 2010 Berita Pendidikan


TANGERANG - Guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan guru SD menjadi ujung tombak pembentukan karakter bangsa sejak dini. Hal ini, kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof Dr Armida S Alisjahbana MA, karena merekalah yang berhadapan langsung dengan anak-anak pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Peran guru SD dan PAUD menjadi sangat penting dan strategis sebagai pembangun karakter bangsa pada anak-anak, ujar Armida didampingi Rektor UT Prof Ir Tian Belawati Med, PhD usai memberikan pemaparan pada seminar membangun 'Intelecctual Curiostity untuk Meningkatkan Daya Kreasi dan Inovasi di Universitas Terbuka (UT), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (22/11).

Menurut Armida, pendidikan kebangsaan yang ditanamkan terhadap anak-anak sejak dini, akan mempengaruhi perilaku anak-anak di masa yang akan datang. Termasuk sikap dan perilaku kesehariannya baik di tengah masyarakat maupun sikapnya sebagai bagian dari anak bangsa.

Armida mengakui untuk membangun karakter bangsa pada anak-anak, guru tidak bisa berjalan sendiri. Proses tersebut harus dilakukan secara bersama-sama dengan keluarga, PKK, organisasi masyarakat, dan sebagainya.

Senada dengan itu, Rektor UT Tian Belawati mengatakan bahwa sesungguhnya Indonesia sudah memiliki modal dasar untuk membangun karakter bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Jika empat komponen tersebut disinergikan, Tian yakin persoalan membangun karakter bangsa tidak akan menjadi masalah besar.

Untuk membantu pemerintah dalam hal pembentukan karakter bangsa, UT sendiri memiliki 37 cabang di wilayah Indonesia dan 650 ribu mahasiswa yang sebagian besar adalah guru. Fakta tersebut sangat mendukung bagi upaya-ipaya pembentukan karakter bangsa. ''Setidaknya aspek pemerataan dan percepatan lebih cepat dilakukan,'' tandas Tian.

Sumber: republika.co.id