Berita Pendidikan
8 Oktober 2009

Guru Harus Miliki Kesadaran Profesional

Kesadaran profesional sebagai pendidik yang mesti menjalankan profesinya secara total dan sepenuh hati mesti terus dibangun di dalam diri guru. Dengan kesadaran akan tanggung jawab profesi yang dimiliki, setiap guru diharapkan terus-menerus mendorong dirinya untuk memberikan yang terbaik dalam pendidikan bagi siswa.
"Proses sertifikasi guru yang dengan penilaian portofolio itu sebenarnya baru menunjukkan performa guru di masa lalu. Jadi, guru jangan puas dengan cap pendidik bersertifikat. Karena itu, pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kinerja guru dan terutama untuk terus menumbuhkan kesadaran profesi tidak boleh berhenti dilakukan, baik oleh guru sendiri maupun pihak yang berkaitan dengan pendidikan," kata Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (7/10).

Menurut Rochmat, mulai tumbuhnya pengakuan pada profesi guru, mestinya ada parameter yang tepat untuk mengukur kinerja guru. Organisasi guru mesti membuat kode etik yang bisa jadi acuan untuk mencapai guru profesional yang teruji kualitasnya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Tanah Air.

Para guru diingatkan untuk tidak bergantung sepenuhnya pada pihak lain dalam peningkatan kualitas diri. Harus ada motivasi kuat dari dalam diri untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak didik. "Jangan juga jadi konsumtif ketika mendapat tunjangan profesi. Harus disisihkan dana untuk bisa membeli buku referensi atau pengayaan untuk peningkatan kinerja sebagai guru bersertifikat profesional," kata Rochmat.

Ketua Umum Forum Guru Independen Indonesia, Suparman mengatakan pelaksanaan sertifikasi seperti sekarang memang belum jaminan untuk peningkatan kinerja guru. Para guru yang selama ini minim dalam pendapatan, seakan mendapatkan tambahan dana untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari yang sudah berat. "Dukungan pada peningkatan mutu guru mesti terus dilakukan tanpa diskriminasi swasta-negeri. Harus ada perbaikan dalam kesejahteraan dan pembinaan guru supaya guru profesional itu memang riil di negara ini," ujar Suparman.

Dorongan untuk meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik profesional, kata Suparman, terus dilakukan organisasi guru ini ke daerah-daerah. Para guru yang sudah menerima tunjangan profesi atau tambahan satu akli gaji pokok didorong untuk membeli buku, dibaca, dan didiskusikan bersama dengan guru-guru lainnya. "Para guru juga didorong untuk terbiasa meneliti, minimal penelitian tindakan kelas. Kemampuan itu bermanfaat untuk perbaikan metode mengajar dan kenaikan pangkat guru," kata Suparman.

ELN

Sumber: Kompas.Com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris