Guru Harus Bisa Bikin Karya Tulis Ilmiah

10 November 2009 Berita Pendidikan


BALIKPAPAN-Wali Kota H Imdaad Hamid SE memandang reformasi di bidang pendidikan merupakan sebuah kebutuhan mengingat perkembangan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan begitu cepat.

Paparan itu disampaikan wali kota saat didaulat menjadi keynote speaker dalam acara Seminar Nasional Guru Meneliti di Uniba Balikpapan, kemarin. Kondisi inilah yang harus disadari oleh para guru di Balikpapan, kata Imdaad Di depan ratusan guru yang memenuhi aula UNIBA, Imdaad menerangkan, saat ini guru tidak bisa lagi bertindak sebagai guru merasa paling hebat sendiri tetapi guru harus berdiri sebagai partner siswa dalam meningkatkan kemandirian, kreativitas, inovasi dan jiwa wirausaha.

Sebab para siswa sekarang sudah kritis dan cepat mengetahui sesuatu dibandingkan guru karena banyaknya sarana informasi yang mudah didapat oleh para siswa seperti koran, radio, televisi bahkan internet sehingga di sinilah guru harus bisa menempatkan dirinya terhadap siswa untuk menjadi partner yang baik dan menyenangkan bagi siswa dalam belajar.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Balikpapan Drs H Sarjono MSi menilai perlu ada kebijakan yang mendorong guru dan pengawas untuk mengembangkan diri dengan melakukan penelitian.

Usulan ini menunjukkan bahwa kegiatan penelitian oleh guru dan pengawas merupakan salah satu strategi yang paling tepat dalam mengembangkan kompetensi guru pascasertifikasi. Melalui kegiatan penelitian secara tidak langsung dapat mengembangkan kreativitas guru sehingga lebih mandiri dalam membuat keputusan yang bersifat profesional, ujar Sarjono.

Para guru tidak hanya berhenti pada tataran mengeluh karena siswa sulit memahami suatu topik pelajaran, tetapi memberikan keputusan yang tepat melalui penelitian, bagaimana cara mengatasi kesulitan tersebut. Pembuatan karya tulis ilmiah (KTI), lanjut Sarjono, merupakan salah satu komponen kompetensi guru, sehingga komponen ini menjadi syarat bagi guru untuk naik golongan dari IV/a ke IV/b.

Sebagian besar guru kurang mampu dalam membuat KTI, sehingga banyak dari mereka tidak bisa naik pangkat.Hal ini dapat melemahkan motivasi para guru untuk bekerja karena telah menyadari bahwa karir mereka terhambat. Dalam seminar tersebut hadir selaku pembicara Prof. Dr.Supardi (Penilai Kenaikan pangkat guru Depdiknas Jakarta), Prof.Dr.Suandi Sidahuruk,M.Pd (Konsultan Dikti untuk UNIBA).

Selanjutnya sebagai tindak lanjut dari seminar ini , akan diundang 40 orang peserta terbaik untuk mengikuti Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah yang akan dibimbing langsung oleh pembicara tersebut dan hasilnya akan dimuat di jurnal ilmiah GURU MENELITI yang berstandar nasional sebagai salah satu instrument kenaikkan pangkat bagi golongan IV(a) ke IV(b).

Disdik siap bekerjasama dengan UNIBA untuk membuat sebuah jurnal ilmiah untuk karya para guru, imbuh Sarjono. Sementara itu Profesor Supardi mengingatkan bahwa jabatan guru merupakan jenis fungsional yang membutuhan keahlian, sesuai dengan tugas masing-masing.

Mata pelajaran matematika di SMA harus diajar oleh seseorang yang telah mendapatkan keahlian dalam bidang matematika, mata pelajaran fisika harus diajar oleh guru yang ahli di bidang Fisika dan tidak akan diajar oleh guru sejarah atau guru kesenian dan seterusnya.

Dia menegaskan, kualifikasi guru adalah kualifikasi keahlian yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi yang didapat dari pendidikan yang berkelanjutan secara sistematis.

Dalam tugasnya meliputi penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, pengembangan konsep, teori, ilmu dan seni untuk memecahkan masalah serta memberikan pengajaran yang terikat pada etika profesi, ulas dia.(are)

Sumber: metrobalikpapan.co.id