Guru di Tuntut Ubah Pola Pikir untuk Kurikulum 2013

11 Februari 2014 Berita Pendidikan


Tahun 2014 ini pemerintah akan menerapkan Kurikulum 2013 secara penuh. Hal ini menuntut perubahan pola pikir para guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh, perubahan pola pikir tersebut dibutuhkan mengingat Kurikulum 2013 berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Kurikulum baru ini lebih menekankan pada aspek pembentukan karakter, keterampilan, dan ilmu pengetahuan.

"Selain mengubah pola pikir, dalam Kurikulum 2013 juga terdapat perubahan dalam sistem penilaian, dari semula berupa angka menjadi uraian deskriptif," ujar Nuh, seperti disitat dari laman Kemendikbud, Selasa (11/2/2014).

Berbicara dalam sosialisasi Kurikulum 2013 di Kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bengkulu, belum lama ini, Nuh menegaskan pentingnya Kurikulum 2013 sebagai langkah antisipasi berbagai tantangan di masa depan. Di antara tantangan tersebut adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan kondisi sosial masyarakat. Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu memaparkan, tantangan terberat dari penerapan Kurikulum 2013 adalah membangun karakter siswa.

"Untuk itu, mata pelajaran agama ditambah dua kali lipat dari jumlah jam pelajaran sebelumnya atau menjadi empat jam pelajaran per minggu," imbuhnya.

Meski diklaim bagus, penerapan Kurikulum 2013 menuai banyak kritik dari masyarakat. Mendikbud menilai, kritikan tersebut justru menjadi cermin kepedulian masyarakat terhadap pendidikan.

"Kami terima semua kritikan terhadap kurikulum 2013 guna menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia, ujarnya.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari Okezone.com)