Giatkan Budaya Membaca, Kemdikbud Ajak Sekolah Jalankan Program Membaca 15 Menit

16 Oktober 2016 Berita Pendidikan


Dalam menumbuhkan minat membaca masyarakat, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Supriano ajak sekolah untuk jalankan program membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai.

Mengingat adanya temuan yang mengacu pada "Progress in Internasional Reading Literacy Study" (PIRLS), Indonesia masih dinilai rendah dalam uji keterampilan membaca di tingkat internasional. Tentu diharapkan melalui Permendikbud 23/2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti efektif meningkatkan budaya baca, akan menjadi hal yang efektif dalam menumbuhkan budaya membaca.

Meski masih dinilai rendah, Supriano turut mengimbau masyarakat untuk tetap optimis bahwa minat dan budaya baca masyarakat Indonesia akan terus tumbuh dengan baik.

Terlebih masyarakat modern saat ini jauh lebih mudah mengakses bahan bacaan kapanpun dan di manapun. Terbukti bahwa selama tiga tahun ini hasil penelitian kemajuan teknologi membuktikan tingginya minat baca masyarakat kita kendati dari aplikasi teknologi.

Selain itu, sekolah yang memiliki perpustakaan di dalamnya masih terbilang sedikit. Data Dapodik Kemdikbud 2016 mencatat sebanyak 74.552 dari 213.811 sekolah di Indonesia belum memiliki perpustakaan. Hal tersebut dikarenakan tidak memiliki lahan dan belum mengajukan permintaan atau proposal.

Kendati demikian, kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran, seharusnya tidak akan menjadi kendala bagi sekolah yang belum memiliki perpustakaan karena para siswa bisa membawa bahan bacaan sendiri termasuk majalah, koran, dan lain-lain dalam program tersebut.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)