"Fresh-On 2015" Solusi di Tengah Bencana Asap

2 November 2015 Berita Pendidikan


Satu lagi putra bangsa yang membanggakan. Di tengah bencana asap yang sedang melanda Ibu Pertiwi tercinta. Profesor I Gede Wenten (53 Tahun) sukses membuat air purifier untuk korban asap. Alat yang diberi nama Fresh On 2015 itu mampu menangkap partikel kotor dan merubahnya menjadi udara bersih. Dengan adanya alat tersebut diharapkan dapat meringankan musibah yang sedang dialami oleh saudara kita yang tinggal di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang merupakan daerah terdampak bencana Asap.

Wenten yang berasal dari Buleleng Bali menyelesaikan sarjana nya di Jurusan Teknik Kimia ITB pada tahun 1987 dengan predikat sebagai lulusan terbaik. Setelah itu ia melanjutkan program master dan doctoral nya di Denmark Technology University.

Sampai saat ini, pemerintah sudah melakukan pemesanan 40 ribu unit air purifier tetapi wenten mengungkapkan dia hanya sanggup memproduksi 10 ribu unit. Wenten kembali menuturkan bahwa karya-karya beliau sudah di beli oleh Kementerian Sosial (kemensos).

Dengan konsep teknologi membran, Wenten membuat alat tersebut dengan desain yang sederhan dan mudah di gunakan, terutama dengan bobot yang ringan serta dimensi yang tidak terlalu besar, alat ini bisa dibawa kemana-mana.

Dengan kompresor berukuran 100 liter, Fresh on bisa menghasilkan 100 liter oksigen per menit. Dalam kondisi saat ini jika menggunakan kompresor yang berukuran besar Fresh-On 2015 bisa di parallel sehingga menghasilkan oksigen lebih banyak.

1 buah Fresh-On 2015 dihargai Rp 250 ribu. Wenten mempunyai harapan agar karyanya yang dipesan pemerintah bisa dibagikan ke masyarakat.

Semoga dengan adanya inovasi dari Prof Wenten bisa membantu warga yang terkena dampak asap pembakaran hutan.

Oleh: Muhamad Erzal
(Diolah dari berbagai sumber)