Founder Kaskus Ken Dean Lawadinata dan Naya Anindita "Jalan-Jalan Men" Ambil Bagian dalam for ke-7

10 Desember 2015 Berita Pendidikan   |    Ardyles Faesilio


Forum Pelajar & Pemuda Indonesia atau Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) berdiri atas dasar kesadaran dan kepedulian sekelompok pemuda untuk ikut terlibat aktif dalam pembangunan pemuda di Indonesia melalui penyadaran, pemberdayaan dan sumber daya pemuda. Lembaga ini lahir dari perjalanan sejarah yang panjang dan terukir monumental , karena lahir atas dorongan beberapa program diantaranya International Youth Forum 2008, International Youth Camp 2009, ASEAN University Student Forum 2009, Asia Africa Youth Forum 2010 dan Forum Pelajar Indonesia sejak tahun 2009. Program tersebut berhasil menyadarkan, memberdayakan dan mengembangan pemuda Indonesia yang professional dengan pengetahuan mendalam, keterampilan dan integritas, sehingga mampu berdaya saing di tingkat nasional dan global.

ISYF didirikan sebagai ruang bagi pemuda Indonesia, khususnya yang berusia 15-25 tahun untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program sesuai dengan potensi, hobi, pengetahuan, keterampilan dan cita-citanya. Program tersebut berpijak pada isu pendidikan, kesehatan, lingkungan, kebudayaan, kewirausahaan, dan wawasan kebangsaan. Lembaga ini hadir sebagai upaya dan bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan pemuda di Indonesia.

Indonesian Student Youth Forum (ISYF) kembali mengadakan perhelatan akbar yakni Forum Pelajar Indonesia (FOR) ke-7 yang melibatkan 250 pelajar SMA se-Indonesia. Acara FOR yang berlangsung sejak 10-14 November 2015 ini, mengedepankan prinsip kebersamaan dalam keberagaman (United in Diversity) yang diimplementasikan dalam berbagai kegiatan yang meliputi bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan dan kebudayaan, kewirausahaan dan wawasan kebangsaan yang sesuai dengan Nawa Cita pemerintah Indonesia.

Adapun rangkaian kegiatan yang telah diikuti oleh peserta FOR antara lain; Meet the CEO, Meet the Leader, Corporate Visit, Serial Workshop, Cultural Performance, FGD, Kunjungan Kenegaraan, dan Social Action.

Dengan mengusung tema "Revolusi Karakter Pelajar Indonesia", diharapkan dapat membuka mata anak muda untuk dapat berpikir rasional, berpikir masa depan, memiliki pola pikir untuk maju serta selalu berpikiran positif. Dikarenakan pendidikan di Indonesia saat ini hanya sebatas dapat menjawab skill atau kompetensi, namun kurang menyentuh pembentukan karakter itu sendiri.

Menurut A Fajar Kurniawan, Founder dari Indonesian Student Youth Forum (ISYF), pelajar saat ini perlu mendapatkan banyak pembekalan dan inspirasi sejak dini dari para tokoh muda yang mampu menginspirasi mereka untuk bisa meraih keberhasilan yang mereka impikan. "Kami percaya para peserta dapat membawa semangat dan banyak ide yang dapat mereka tularkan ke teman-teman pelajar di daerahnya masing-masing sekembalinya mereka ke kampung halaman. Ini adalah bagian dari impian kami dalam upaya membentuk karakter pelajar yang kreatif dan dinamis kedepannya."

Pada penghujung acara FOR ke-7 ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan tokoh muda inspiratif agar mereka dapat berdiskusi langsung dan mendapatkan insight dari para tokoh muda tersebut. Kali ini, Founder Kaskus, Ken Dean Lawadinata dan Naya Anindita 'Jalan-Jalan Men" yang berbagi pengalaman dan kisah mereka dengan para peserta FOR.


Ken Dean Lawadinata merupakan tokoh muda yang selama ini sudah banyak memberikan inspirasi bagi para pengusaha muda Indonesia untuk bekerja lebih giat dan pantang mundur dengan ide-ide cemerlang yang dimiliki. Karena sosok yang inspiratif tersebut, kisahnya juga akan diangkat dalam film Ken and Andrew The Movie. Peserta FOR diharapkan dapat termotivasi untuk bisa mencapai prestasi seperti yang diraih oleh tokoh-tokoh yang mereka temui.

Kesuksesan ini pula yang membuat Ken ingin membagikan perjuangan, pengalaman, intuisi, dan keberaniannya dalam memperjuangkan impian. Ken merasa senang bisa berbagi pengalaman dengan peserta FOR yang masih duduk di bangku SMA. "Saya tidak meragukan potensi para pelajar dan pemuda di Indonesia untuk menjadi pengusaha. Pola pikir dan mental pelajar atau pemudalah yang selama ini patut diacungi jempol karena dapat menjadi inspirasi para entrepreneur atau pengusaha. Dan ide-ide gemilang serta inovasi yang kreatif banyak sekali bermunculan dari para pemuda-pemudi Indonesia," ujar Ken.

Melalui kesempatan ini, Ken juga ingin mendorong para pelajar untuk bermimpi setinggi-tingginya agar lebih jeli lagi dalam melihat peluang berbisnis, berani memperjuangkan apa yang mereka yakini sekaligus mengingatkan mereka bahwa tidak ada kesuksesan yang sifatnya instan. Kuncinya adalah tekad yang kuat dan konsisten yang kemudian direalisasikan dalam film biopiknya KenAndrew The Movie. Dalam film tersebut, diharapkan para pelajar saat ini mampu berpikir kreatif dan kritis dalam membangun sesuatu yang kelak dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

Sementara itu, sutradara muda Naya Anindita juga menambahkan, bahwa kecintaannya pada dunia film yang kini menjadikannya sebagai seorang sutradara muda Indoneia, juga berakar dari kemauan dan niat yang kuat. "Karakter itu penting dalam sebuah kehidupan manusia. Karena pada dasarnya, karakterlah yang membawa kita menjadi apa yang kita cita-citakan di kemudian hari kelak. Sukses itu tidak harus menjadi kaya. Sukses itu ketika kita berhasil membangun karakter diri kita sendiri hingga mencapai cita-cita yang kita inginkan. Sukses itu adalah bagaimana kita bisa menginspirasi orang lain, bukan sebagai pengikut tetapi sebagai creator. Film KenAndrew The Movie adalah film layar lebar pertama buat saya dimana saya bertindak sebagai sutradara. Ini suatu kebanggaan saya dan keberhasilan saya karena niat dan cita-cita tadi yang membuat karakter saya terbentuk. Saya harap para pelajar saat ini pun mampu menjadi seorang isnpirator untuk orang lain, menjadi manfaat bagi orang lain," terang Naya menambahkan.

Ikhsan Muslimin, salah satu peserta asal SMAN 1 Towuti Sulawesi Selatan merasa beruntung dapat ikut serta ajang FOR ke-7 tahun ini. "Saya senang sekali bisa menjadi salah satu peserta FOR, karena bisa mendapatkan pengalaman berharga yang belum tentu bisa didapatkan oleh teman yang lain. Sejak hari pertama mengikuti kegiatan FOR, sudah banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Selain itu, kegiatan ini membuat saya jadi punya banyak teman dari daerah lain dan bisa ikut mengenal budaya mereka. Beruntung sekali dengan adanya acara ini saya juga bisa bertemu dengan tokoh-tokoh di Indonesia yang inspiratif untuk saya dan teman-teman peserta FOR," uangkapnya


Rangkaian kegiatan FOR ke-7 berakhir Sabtu 14 November 2015. Upacara penutupan dilaksanakan pada Sabtu malam dan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada 250 peserta yang berasal dari 124 sekolah di 27 provinsi di Indonesia.

(Penulis adalah bagian dari Satkaara Communication)