Flu Babi Mulai Tulari Unggas

31 Agustus 2009 Berita Pendidikan


Ilmuwan mengkhawatirkan, virus ini secara teoritis bercampur dengan jenis yang lebih berbahaya. Sebelumnya virus menular dari manusia ke babi. Meski demikian, flu babi tetap lebih berbahaya dari flu biasa.

Pemerintah Cile pertama kali melaporkan insiden penularan ini minggu lalu. dua daerah peternakan unggas tertular dekat kota pelabuhan Valparaiso.

Juan Lubroth, pejabat kepala kehewanan pada lembaga PBB untuk Pangan dan Pertanian (FAO), mengatakan, "Sekali unggas yang sakit pulih, produksi dan proses pengolahan unggas bisa dilanjutkan. Ini tidak mengancam penyediaan pasokan makanan."

Pemerintah Cile memberlakukan karantina sementara dan memutuskan membiarkan unggas yang terinfeksi pulih dengan sendirinya tapi tidak dimusnahkan. Pasalnya, sekali unggas yang sakit pulih, produksi dan proses pengolahan unggas bisa dilanjutkan. Ini tidak mengancam penyediaan pasokan makanan

Kanada, Argentina, dan Australia sebelumnya melaporkan meluasnya penyebaran virus H1N1 dari pekerja peternakan terhadap ternak babinya.

Munculnya situasi darurat akibat adanya jenis virus baru yang berbahaya sampai kini masih bersifat teoritis. Jenis virus yang berbeda bisa bercampur dalam sebuah proses yang disebut pemilahan atau rekombinasi genetis.

Sejauh ini tidak ada kasus flu burung H5N1 pada unggas di Cile. Meski demikian Dr Lubroth mengatakan, di Asia Tenggara ada banyak jenis virus (H5N1) yang berada di sekeliling peternakan.

"Munculnya virus jenis H1N1 pada peternakan semacam ini akan menimbulkan kekhawatiran lebih dalam," ujarnya.

Colin Butter dari Institute Kesehatan Hewan Inggris berpendapat serupa. "Harapan kita We ini hanya merupakan kasus langka dan kita haraus terus memonitor apa yang terjadi berikutnya," katanya. (BBC/OL-7)

sumber: KOMPAS.com