Evaluasi UN: Siswa Cerdas Bisa Naik Banding

18 Mei 2010 Berita Pendidikan


Selain kualitas teknis soal-soal dalam ujian nasional (UN) yang perlu diuji oleh para peneliti ahli di luar struktur pemerintah atau Kemendiknas RI, perbaikan yang bersifat evaluatif secara langsung perlu dilakukan pemerintah adalah memberikan mekanisme appeal atau naik banding kepada para siswa cerdas yang banyak "terjungkal" di UN.

Demikian diungkapkan pemerhati dan peneliti pendidikan, Erlin Driana, kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (17/5/2010). Semisal, kata Erlin, siswa yang pandai, rajin, serta berprestasi tinggi secara statistik tetapi jatuh di saat UN, perlu diberi apresiasi untuk "naik banding".

"Bukan dengan UN ulang karena hal itu hanya akan menambah bebannya, tetapi dia diberikan kesempatan naik banding untuk mempertanyakan penyebab dirinya bisa tidak lulus dan dibuktikan. Hanya, syaratnya, proses ini harus berdasarkan rekomendasi guru," kata Erlin.

Menurutnya, mekanisme naik banding bukan persoalan sulit. Sebagai orang terdekat dengan siswa, guru bisa melihat siswa mana saja yang pantas memperoleh kesempatan naik banding atau tidak karena gurulah yang tahu prestasi anak didiknya sendiri.

"Kesalahan teknis pada UN bisa dialami siswa, tetapi tidak lucu jika si siswa harus menanggung akibatnya secara akademis, yaitu tidak lulus. Itu kesalahan teknis, tapi hukumannya akademis, tidak fair," ujar Erlin.

Penulis: LTF/Editor: latief

Sumber: Kompas.Com