Ethiopia Terancam Kelaparan

23 Oktober 2009 Berita Pendidikan


ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Pemerintah Ethiopia nampaknya akan segera meminta bantuan pangan internasional untuk 6,2 juta rakyatnya.
Kondisi kelaparan ini sebagai akibat kekeringan berkepanjangan dan musim hujan yang tak menentu.

Program Pangan Dunia (WFP) tengah menghadapi penurunan persediaan pangan dunia hingga 85 juta dollar AS di Ethiopia hingga akhir tahun ini. Sementara, lembaga kemanusiaan Oxfam menyerukan sebuah pendekatan baru untuk mengatasi bencana di negeri itu.

Dalam sebuah laporan yang menandai 25 tahun bencana kelaparan yang mengakibatkan sekitar 1 juta warga Ethiopia meninggal dunia, Oxfam mengatakan mengimpor makanan hanya akan menyelamatkan warga Ethiopia untuk sementara waktu. Namun, hal itu tidak membantu masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana selanjutnya.

Laporan bertajuk Band Aids and Beyond itu menyerukan negara-negara donor internasional untuk mengadopsi sebuah pendekatan baru yang fokusnya adalah mempersiapkan masyarakat untuk menghindari dan mengatasi bencana.

"Kekeringan tak selalu harus berarti kelaparan dan kemiskinan," kata Direktur internasional Oxfam Penny Lawrence yang baru kembali dari Ethiopia.

"Jika masyarakat mengembangkan irigasi pertanian, lumbung pangan dan sumur-sumur penampungan air hujan, mereka akan selamat meskipun bencana besar datang menghantam mereka," imbuhnya.

Gagal panen

Ethiopia menderita krisis pangan yang menghantam sebagian besar kawasan Afrika Timur dan kawasan Tanduk Afrika. Kekeringan di Ethiopia yang diikuti gagal panen selama empat tahun, diperparah dengan konflik bersenjata, perubahan iklim, dan pertambahan penduduk.

Wartawan BBC Mike Wooldridge melaporkan ladang-ladang jagung, yang kering terbakar matahari adalah bukti sebuah krisis yang terus berkembang.

Para petani di kawasan selatan Ethiopia yang paling menderita akibat kekeringan ini mengatakan kepada BBC mereka kini menghadapi kemungkinan kegagalan panen besar-besaran. Beberapa petani ini sudah berencana menjual ternak mereka yang justru akan semakin memperburuk masa depan kehidupan mereka.

Diperkirakan lebih dari 10 juta orang terkena imbas kekeringan di Ethiopia dan 4,6 juta di antaranya terancam menderita kelaparan dan kekurangan gizi. Angka-angka ini bisa berubah dengan cepat.

Masalah ini masih ditambah dengan terus meningkatnya harga pangan dengan harga bahan pangan pokok meningkat dua kali lipat di semua tempat.

Bulan lalu Oxfam menyerukan bantuan sebesar 15 juta dollar AS untuk seluruh kawasan Afrika Timur tempat diperkirakan 23 juta orang di tujuh negara terancam kelaparan.

Sumber: Kompas.com