Dus Duk Duk, Furnitur Cantik dari Kardus

18 September 2013 Berita Pendidikan


Bagi sebagian besar orang, kardus mungkin hanya benda tak berguna yang harus dibuang. Tapi di tangan empat mahasiswa Desain Produk Industri (Despro) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sebuah kardus dapat disulap menjadi kursi.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Angger Diri Wiranata, Indra Syamsu, Muh. Arif Susanto, dan Octiana Dwi Anggara. Mengusung branding Dus Duk Duk, mereka memanfaatkan kertas kardus menjadi furnitur interior atau furnitur pembantu display produk di pertokoan.

Angger menyebut, ide tersebut terinspirasi dari tugas kuliah Dasar Desain yang pernah ditempuhnya. Saat karya yang terkumpul dipamerkan, ternyata banyak yang suka dan tertarik terhadap karya kardus tersebut. Saat itu, kardus dibentuk menjadi kursi yang harus bisa diduduki dan dinaiki dengan kedua kaki.


Usai pameran, dia pun memutuskan untuk melanjutkan karya tugas tersebut. Bersama ketiga teman sejurusan, mereka lantas berinovasi mengembangkan tugas tersebut menjadi sebuah bisnis baru yang hasilnya ternyata cukup memuaskan.

Pembagian jobdesk pun dilakukan demi memperlancar ranah kerja per individu. Angger bertindak sebagai ketua dan konseptor tim. Sementara, Indra mendapat tanggung jawab pada bagian marketing dan konseptor grafis dan Arif di bagian administrasi dan keuangan. Satu anggota terakhir, yakni Octiana didapuk sebagai penanggung jawab produksi. Kuncinya adalah saling percaya dan komunikasi.

Arif menambahkan, Dus Duk Duk telah resmi launching bersamaan dengan Ide Art 2013, April lalu. Kala itu, mereka memamerkan satu set kursi dan meja serta beberapa jenis furnitur interior lainnya. Gayung bersambut, beberapa pesanan produk Dus Duk Duk pun lantas menghampiri mereka.

Sementara itu, Indra tidak menampik jika penggunaan bahan baku kardus sebagai tempat duduk tentu menimbulkan rasa tidak percaya dari calon konsumen tentang daya tahan produk tersebut. Namun, kata Indra, jenis barang seperti furniture itu bisa tahan satu hingga dua tahun.

Selain memang terdapat teknik khusus dalam pembuatannya, Indra dan kawan-kawan juga telah menyiapkan suatu cairan yang bisa membuat tahan kertas kardus dari air dan terlihat lebih kuat dan kaku. Asal tidak dekat dengan api, barangnya bisa awet.

Berbicara produksi, Octiana mengatakan, bahan baku kertas kardus tersebut diperoleh dari supplier di daerah Mojokerto yang biasa dibeli secara kiloan. Dalam satu kali beli, mereka bisa membeli hingga satu kuintal kertas kardus. Satu kilo isinya bisa tiga sampai empat kardus. Itu cukup untuk membuat satu kursi yang biasanya membutuhkan dua sampai empat kardus.

(Dikutip dari kampus.okezone.com)