Duh, Buta Huruf di Lombok 17 Persen!

3 September 2010 Berita Pendidikan


LOMBOK - Jumlah penyandang buta huruf di Lombok kini mencapai 17 persen dari total penduduk kabupaten tersebut yang sebanyak 600 ribu jiwa pada 2009. Tingginya angka buta huruf ini memberikan konsekuensi pada tingkat kemiskinan yang mencapai 25 persen.

Demikian Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, H Zaini Arony, di acara Nuzulul Quran di kantor bupati setempat, Jumat (3/9/2010). Karena itu, kata Zaini, pemerintah memfokuskan perhatian pada upaya memberantas kebodohan dan kemiskinan sebab selain kemiskinan, kejahatan juga menjadi konsekuensi dari kebodohan.

"Kebodohan ini adalah yang paling fundamental, tapi ada juga kebodohan karena memaknai sesuatu secara salah, misalnya bumi itu datar atau pusat tata surya itu bumi," katanya.

Parahnya lagi, kata dia, ada kebodohan yang sifatnya perspektif oleh karena secara ilmu pengetahuan seseorang memiliki dan mengetahui, tapi dia mengerjakan sesuatu yang menyalahi aturan. "Dengan demikian, jika dilihat dari perspektif pembangunan masyarakat, esensi turunnya Al Quran tidak semata-mata tahu sejarahnya tapi esensi dari ayat yang pertama kali turun yakni iqra yang penting ketahui maknanya," katanya.

Terkait dengan hal itu, masyarakat harus membantu pemerintah dalam upaya memerangi kebodohan sehingga semua masyarakat mengerti dan memahami implementasi ilmu pengetahuan.

Sumber: edukasi.kompas.com