Berita Pendidikan
12 Juli 2010

DPRD Surabaya Temukan Indikasi Jual Beli Bangku Kosong

SURABAYA - Komisi D DPRD Kota Surabaya menemukan indikasi jual beli bangku kosong. Indikasi ini terutama banyak terjadi di jenjang sekolah dasar (SD) di Surabaya, setelah menyelesaikan proses daftar ulang.

"Setidaknya ada tiga Sekolah dasar (SD) yang melakukan praktek mencurigkan, ini yang sekarang kita telurusui terus," kata anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Fatkhur Rohman kepada wartawan di Surabaya, Minggu (11/7).

Menurut Fatkhur, selama pelaksanaan penerimaan siswa baru lalu DPRD Kota Surabaya dalam hal ini Komisi D menurunkan tim ke sejumlah sekolah, tidak hanya SMP dan SMA tapi juga SD.

Dari hasil pantauan tim, setidaknya ada tiga SD yang dilaporkan melakukan praktik mencurigakan. Mereka menjual bangku kosong ke calon murid. Hanya saja, Fatkhur enggan menyebutkan nama ketiga SD tersebut.

Ketiga sekolah menolak menerima siswa yang memenuhi syarat pendaftaran yaitu usia 7 tahun dan domisili rumah sekitar sekolah.
"Mereka malah menerima siswa yang rumah tinggalnya jauh dari sekolah. Ini memang aneh dan dugaan kita ada indikasi jual beli bangku," katanya.

Komisi D makin curiga setelah laporan itu Dinas Pendidikan tidak memperkenankan praktek semacam itu terjadi. Bahkan, ketiga tim tersebut datang juga tidak mendapat penjelasan pasti terkait bangku kosong.

"Awalnya dia bilang bangku di sekolah itu sudah penuh, tapi ketika saya advokasi ke sana kursi itu tiba-tiba jadi kosong. Tentu ini ada permainan," katanya.

Fatkhur mengakui bahwa untuk membuktikan bahwa adanya jual beli kosong
tidaklah gampang karena bisa dirasakan tapi sulit dibuktikan.

Karena itu, Dinas Pendidikan melakukan pengawasan terhadap kasus tersebut, bila dibiarkan bisa merugikan semua pihak termasuk dunia pendidikan di Surabaya.

Ketua PSB Online Ruddy Winarko mengungkapkan, sebenarnya tim investigasi yang diterjunkan sudah mendapat bukti kepala SD yang menerima dana Rp3 juta-Rp5 juta karena menerima siswa di luar wilayahnya.

"Setelah diselidiki, ternyata sekolah tersebut menerima kerabat kepala sekolah. Tapi, ini tetap menjadi perhatian penuh untuk ditindaklanjuti," katanya. (FL/OL-3)

Sumber: mediaindonesia.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris