DPRD Perbaiki Pendidikan

26 Agustus 2009 Berita Pendidikan


DEWAN BARU, Sebanyak 94 anggota DPRD DKI Jakarta dilantik di Gedung DPRD DKI Jakarta kemarin. Beberapa anggota DPRD baru berjanji akan fokus pada perbaikan pendidikan dan kesejahteraan warga Ibu Kota.

Anggota DPRD DKI Jakarta 2009- 2014 yang kemarin dilantik mayoritas fokus pada pendidikan dan kesejahteraan.Pendidikan tidak boleh mahal dan terjangkau seluruh lapisan masyarakat. Seperti yang diutarakan anggota DPRD DKI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Wanda Hamidah.

Wanita kelahiran 21 September 1977 ini seusai dilantik di Gedung DPRD DKI kemarin menuturkan, dia ingin menjadi anggota Komisi E yang kerap mengurus pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Jakarta. Keinginannya tersebut tercetus karena dia juga menjadi Ketua Yayasan Azzahra yang peduli pada pendidikan dan pemberian beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu.

Wanda menggarisbawahi bahwa pendidikan dan kesejahteraan yang terjamin baik bagi warga Jakarta haruslah menjadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan dengan baik bagi Pemprov DKI Jakarta. Saya akan perjuangkan dalam lima tahun ke depan saya menjadi anggota DPRD,kata Wanda kemarin.

Bendahara PAN sejak 2006- 2010 ini menambahkan, dia juga akan memperjuangkan hak perlindungan anak dalam suatu peraturan daerah (perda).Selain itu,Wanda juga ingin merevisi Perda Ketertiban Umum No 8/2007 yang digunakan aparat pemprov untuk menangkap anak jalanan namun seringkali dilanggar haknya sebagai anak. Walaupun anak jalanan,mereka juga mesti dilindungi,tegasnya.

Dia bahkan akan mempertahankan anggaran pendidikan dalam APBD di atas 20. Ini agar tidak ada lagi anak Jakarta yang putus sekolah dan gedung sekolah yang roboh.Wanda melanjutkan, mayoritas anggaran harus difokuskan pada perbaikan fasilitas dan kesejahteraan siswa, bukan untuk kesejahteraan pendidik.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Golkar Ashraf Ali juga menuturkan, dia berkomitmen untuk berjuang pada pendidikan dan kesejahteraan. Baginya,pemerataan pendidikan bagi seluruh kalangan masyarakat Jakarta adalah keharusan. Pendidikan tidak boleh mahal.Harus terjangkau semua kalangan,ujarnya.

Pemprov mesti menjamin tidak boleh ada lagi sekolah roboh di Ibu Kota. Caranya dengan memperbanyak anggaran untuk perbaikan sekolah. Sementara untuk mencegah anak putus sekolah, pemprov harus bersinergi dengan legislatif dalam mencari solusinya. Berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI Jakarta 2008, jumlah anak putus sekolah di tingkat SMA mencapai 1.253 orang.

Di tingkat SD pada tahun yang sama, sebanyak 571 pelajar putus sekolah.Sementara di tingkat SMP ada 1.947 pelajar yang juga putus sekolah. Gedung sekolah yang rawan roboh dan tahun ini akan diperbaiki Dinas Pendidikan DKI mencapai 377 bangunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta periode Januari Maret 2009, penduduk miskin di Jakarta berjumlah 323.170 jiwa.

Pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta masa bakti 2009-2014 banyak bermunculan wajah baru.Dari 94 anggota yang dilantik,ada 71 wajah baru dan 23 wajah lama.Mereka disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Suparno. Keanggotaannya disahkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No 161.31-569 tahun 2009 tentang Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota DPRD DKI Jakarta.

Pelantikan kemarin juga diwarnai aksi demo. Puluhan orang dari Aliansi Parlemen Jalanan (APJ) menggelar unjuk rasa dengan aksi tutup mulut di depan Gedung DPRD DKI Jakarta. (neneng zubaidah)Sumber: Seputar-Indonesia.Com