Dorong Pendidikan Multikultural Sejak Dini

2 November 2009 Berita Pendidikan


Pendidikan multikultural bagi anak-anak usia dini sangat penting untuk didorong sebagai fondasi bagi pengembangan masyarakat Indonesia yang lebih terbuka, toleran, dan demokratis. Namun, hendaknya pendidikan ini tak sekadar terpaku pada dimensi kognitif atau pengetahuan, tetapi juga afektif dan psikomotorik.

Demikian benang merah yang terangkum dalam Seminar dan Lokakarya Sehari Pendidikan Multikultur yang diselenggarakan Forum Lintas Iman Anak Kita Beda Kita Sama di Lembaga Persemaian Cinta Kemanusiaan (Percik) Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (31/10). Seminar dihadiri guru SD, MI, sekolah minggu, TPQ dan TPA, serta sejumlah orangtua siswa.

Adapun pembicara yang memberi paparan ialah Dr Pradjarta Dirdjasanjoto (Direktur Percik), Ahmad Bahruddin (Kepala SMP dan SMA Alternatif Qaryah Thayyibah Salatiga), Sr M Paulina (Kepala SD Marsudirini 77 Salatiga), serta Wahyuni Kristinawati, dosen psikologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Menurut Pradjarta, pentingnya pendidikan multikultur ini tak terlepas dari refleksi terhadap kondisi masyarakat plural Indonesia yang kian terkotak-kotak sehingga memendam potensi konflik cukup besar. Sebagai contoh, dalam kasus pemilihan umum, pemilihan kepala daerah, sentimen dan identitas kesukuan, agama, dan ikatan primordial lainnya begitu mudah digunakan sebagai alat mobilisasi yang berujung konflik.
Laporan wartawan KOMPAS Antony Lee/Editor: wsn

Sumber: Kompas.Com