Djarum Fondation Bersama PT Bank Negara Indonesia Mengadakan Program Pakem bagi Ratusan Guru

24 Maret 2015 Berita Pendidikan


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bekerjasama dengan Djarum Foundation menggelar Pembelajaraan Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) sebagai pelatihan peningkatan kualitas pendidikan bagi ratusan guru SD.

Guru - guru SD tersebut berasal dari bebagai daerah, diantaranya Jakarta, Bogor, Cilegon, Karawang, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Kudus.

"Masing-masing dari sekolah tersebut mengirimkan satu kepala sekolah dan 10 tenaga pendidiknya guna mengikuti program ini," kata Direktur Program Djarum Foundation Primadi H. Serad

Menurut Primadi, program PAKEM ini sudah berjalan selama 3 tahun dimulai tahun 2013 dan akan berakhir 2015. Program ini antara lain diikuti oleh 4 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus, yakni SD Negeri 1 Jatikulon, SD IT Al Islam, SD Masehi, dan MI NU Banat.

Pelatihan PAKEM yang tujuannya memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif di dalam proses untuk menghasilkan siswa-siswi aktif, kreatif, cinta akan belajar, tangguh dan unggul di bidangnya masing-masing.

"Metode pembelajaran ini wajib dikuasai oleh para guru dalam menerapkan Kurikulum 2013, dimana mereka ditantang untuk dapat merubah budaya mengajar di dalam kelas, sehingga dapat tercipta suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan afektif para anak didik," lanjut Primadi.

Memasuki tahun ketiga, program ini fokus pada School Based Key Teacher Development, yakni pembentukan guru tutor agar nantinya mereka dapat melakukan pengembangan guru tutor melalui deseminasi di sekolah-sekolah dan Kelompok Kerja Guru (KKG).

PT Bank Negara Indonesia dan Djarum Foundation memberikan pembekalan bagi guru-guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah melalui program peningkatan kualitas pendidikan melalui Pembelajaraan Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM).

"Masing-masing dari sekolah tersebut mengirimkan satu kepala sekolah dan 10 tenaga pendidiknya guna mengikuti program ini," kata Direktur Program Djarum Foundation Primadi H. Serad, Kamis, (19/3).

Program PAKEM berjalan sejak 2013 dan berakhir pada akhir 2015 mendatang. Program ini diikuti oleh empat SD di Kabupaten Kudus, yakni SD Negeri 1 Jatikulon, SD IT Al Islam, SD Masehi, dan MI NU Banat.
Selama 2013 lalu, para guru telah mendapatkan pelatihan PAKEM.

Tujuannya, memberikan menghasilkan siswa-siswi aktif, kreatif, cinta akan belajar, tangguh dan unggul di bidangnya masing-masing.

Para guru yang telah mendapatkan pelatihan diharuskan untuk melakukan diseminasi keterampilannya kepada rekan-rekan guru SD lain di seluruh Kabupaten Kudus. Hal ini dilakukan guna membangun sistem dan keberlangsungan hasil program PAKEM yang telah dijalankan.

Guna memperkuat keterampilan guru, pada 2014 guru diberi penguatan ketrampilan pedagogi guru dalam mengelola pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran dalam Kurikulum 2013, yaitu project based learning atau pembelajaran berbasis proyek.

Melalui project based learning, guru maupun siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berkolaborasi dan ketrampilan.

Menurut Primadi, dengan cara ini, kemampuan kognitif anak didik dapat meningkat, kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar juga makin tajam. Selain itu juga mampu memberikan rangsangan untuk terus menciptakan gagasan positif terhadap fenomena di lingkungannya.

"Program ini bertujuan memberikan bekal bagi para guru dan kepala sekolah agar mereka mampu menjadi tenaga pendidik yang berkualitas," tegasnya.

Memasuki tahun ketiga, program ini fokus pada school based key teacher development, pembentukan guru tutor agar mereka dapat melakukan pengembangan guru tutor melalui diseminasi di sekolah-sekolah dan Kelompok Kerja Guru (KKG).

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)