Distribusi Guru SD Belum Merata

4 September 2009 Berita Pendidikan


Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang saat ini sedang melakukan pemetaan penyebaran guru untuk mengatasi distribusi guru SD yang belum merata.

Kepala Bidang (Kabid) TK/SD Disdikpora Kota Palembang H Hanafiah mengatakan, pendataan penyebaran guru SD perwilayah akan diikuti dengan pendataan keadaan sarana dan prasarana sekolah. Setelah selesai, kata dia distribusi guru tersebut segera diatur. Mengenai penyebab distribusi guru tidak merata, dia menjelaskan diantaranya letak tempat tinggal guru dan sekolah berjauhan termasuk sarana sekolah yang dianggap kurang memadai dalam pengembangan kariernya.

Contohnya dari data peta guru SD perwilayah Desember 2008, diketahui kecamatan Ilir Barat I kelebihan 4 guru dan Ilir Timur I kekurangan 7 guru,ujarnya. Dia mengatakan, data tersebut berdasarkan perbandingan data rombongan belajar (Rombel) dikalikanjumlahgurudibagi24jamtatap muka pada suatu sekolah.Karena itu dia membantah kalau ada yang mengatakan Kota Palembang kekurangan guru kelas maupun bidang studi seperti olahraga dan agama.

Jumlah guru sudah memadai, tinggal pengaturan saja,ujarnya. Sementara itu,Kepala Disdikpora Kota Palembang H Hatta Wazol membenarkan belum adanya pemerataan distribusi guru di Kota Palembang terutama guru SD. Setelah pembuatan peta guru perwilayah selesai, secepatnya para giri akan ditata. Targetnya semester depan segera dilakukan, ujarnya. Sedangkan pertimbangan penataan, lanjut dia,tentunya dengan berbagai aspek seperti letak tempat tinggal,jumlah murid dan lamanya mengajar.

Dia menegaskan, pihaknya ingin distribusi guru merata sampai kepelosok, seperti daerah Gandus, Kalidoni,Sematang Borang sampai Kertapati.Sebagai bentuk penghargaan bagi guru yang bersedia mengajar di daerah pinggiran,lanjut dia, Pemkot Palembang telah menyiapkan bantuan uang transpot sebesar Rp150.000 per bulan, yang pembayarannya dilakukan per semester melalui kepala sekolahnya masing-masing. Sekretaris Disdikpora Kota Palembang Mirza Fansyuri mengatakan, saat ini terdapat 652 guru yang diberikan tunjangan transpot dari 41 SD Negeri yang masuk kategori berada pada daerah pinggiran.

Guru tersebut telah memenuhi syarat penerima bantuan transpot. Mengenai syarat penerima transpot,jarak tempat tinggal guru dengan SD setidaknya dua angkutan umum dan masih harus dicapai lagi dengan moda lain seperti becak ataupun perahu,pungkasnya. (muhlis)

Sumber: Seputar-Indonesia.Com