Disdik Asahan Berupaya Penuhi Target Kuota SMK

3 September 2009 Berita Pendidikan


Prioritas penambahan sekolah kejuruan ini dilakukan sebagai upaya memenuhi target kuota 70 persen SMK berbading 30 persen SMA pada tahun 2015 sesuai program pemerintah pusat, ujar Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Asahan Drs.Supriyanto.SPd, Kamis 27/08.

Menurutnya, SMK Negeri yang akan dibangun di Desa Punggulan itu masih tahap pembangunan ruang bengkel atau ruang praktek. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pembangunan ruang belajar sebanyak 3 kelas.

Untuk TP 2009/2010, tambahnya, SMK Negeri 1 Air Joman telah menerima siswa sebanyak 108 orang yang dibagi dalam tiga kelas. Dua kelas Jurusan Automotif Kenderaan Ringan dengan jumlah siswa 77 orang dan Teknik Pengelasan satu kelas dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang.

Untuk sementara, sebutnya, proses belajar mengajar (PBM) masih menumpang di gedung sekolah SMP Negeri 1 Air Joman selama satu semester. Selain membangun sekolah baru, ada juga penambahan ruang kelas baru (RKB) di sejumlah SMK Negeri yang telah dibagun sebelumnya.

Saat ini, lanjutnya, jumlah SMK Negeri/Swasta di Kabupaten Asahan masih termasuk minim, yakni sebanyak 27 sekolah, dengan rincian SMK Negeri sebanayak 6 unit sedangkan SMK Swasta sebanyak 21 unit sekolah, sementara SMA masih mendominasi hingga 40 nit sekolah.

Artinya, kata Supriyanto, untuk memenuhi target kuoto perbandingan SMK dengan SMK sebesar 70: 30 persen, Disdik Asahan harus bekerja ekstra. Untuk memenuhi target ini, sangat tergantung kemampuan dan kondisi keuangan daerah, terangnya.

Selain itu, papar Supriyanto, pembangunan SMK sangat mahal dibanding SMA. Sebab, SMK harus dilengkapi dengan fasilitas praktik belajar siswa yang notabene cukup menyedot dana. Jika melihat perbandingan sekarang, SMA masih 70 persen, sedang SMK hanya 30 persen, ungkapnya.

Sekolah kejuruan sengaja diperbanyak agar siswa selepas tamat bisa langsung dapat kerja karena telah dibekali skill yang mumpuni. Malah ditarget siswa lulusan SMK mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, serta mampu menyerap tenaga kerja bagi masyarakat dari keahlian yang mereka peroleh.

Pihak Disdik Asahan menganjurkan dan berharap agar sekolah kejuruan mulai dan dapat menjalin kerjasama dengan pihak swasta, sehingga setelah tamat para siswa bisa langsung bekerja, demikian Supriyanto. (rud)

sumber: beritasore.com