Dirjen GTK Kemdikbud: Guru Diwajibkan Berada di Sekolah Selama 40 Jam Perminggu

5 November 2016 Berita Pendidikan


Kedepannya, guru akan diwajibkan berada di sekolah yakni selama delapan jam perhari atau 40 jam perminggu. Kebijakan ini diungkapkan oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Sumarnasura Pranata.

Seperti yang Anda ketahui, jam mengajar guru di Indonesia yakni 24 jam perminggu. Namun peraturan ini diberlakukan khusus bagi guru yang telah menerima tunjangan profesi.

Pasalnya, berdasarkan Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 pasal 35 ayat (1) UU, disebutkan ada lima tugas guru yakni, merencanakan, melaksanakan (mengajar), menilai, membimbing, dan tugas tambahan lainnya. Sedangkan pada ayat (2) juga disebutkan bahwa beban kerja tersebut adalah 24 minimal dan maksimal 40 jam tatap muka.

Pranata mengatakan dalam kesempatan diskusi bersama Forum Wartawan Pendidikan bahwa Mendikbud di beberapa pertemuan sudah menyampaikan bahwa guru harus bekerja delapan jam perhari atau 40 jam per minggu. Ini sesuai Undang-Undang Kepegawaian dan Undang-Undang Ketenagakerjaan untuk guru swasta yang dapat kontrak kerja, maka wajib bekerja adalah 40 jam per pekan.

Untuk ketentuan delapan jam berada di sekolah merujuk pada jam normal, bukan jam pelajaran. Semisal guru masuk pukul 07.00 maka pulangnya yakni pukul 15.00. Dengan begitu guru tidak dibebani lagi dengan tugas-tugas yang harus dibawa pulang ke rumah.

Ada lima tugas wajib yang harus dilakukan oleh guru dalam mendidik anak di sekolah yakni untuk belajar atau berlatih melalui diklat, bimbingan teknis, serta guru pembelajar. Itu semua adalah bagian tidak bisa terpisahkan dari lima kegiatan yang harus dilakukan.

Sebab selama ini, untuk memenuhi tatap muka tersebut, beberapa guru mencari ke sekolah lain sehingga hanya disibukkan dengan mengejar pemenuhan tatap muka. Sehingga, empat tugas lainnya dilaksanakan di rumah atau bahkan tidak terpenuhi. Dengan penetapan kebijakan ini, para guru tidak perlu mengajar ke beberapa tempat, dan mengejar pemenuhan kuota 24 jam mengajar. Mereka cukup berada di satu sekolah saja.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)