Dindik Inginkan Wajar 12 Tahun

3 September 2009 Berita Pendidikan


Kepala Dindik Surabaya Sahudi, Rabu (2/9), menyatakan, perda wajar 12 tahun ditarget berlaku tahun depan. Rencana pengajuan perda Wajar 12 tahun itu bakal menjadi pendukung perda sekolah gratis. Diharapkan, siswa Surabaya bisa menikmati pendidikan sampai lulus tingkat SMA kalau pelaksanaan perda Wajar 12 tahun bisa disetujui.

Draf untuk Perda Wajar 12 tahun masih kami susun. Paling tidak sampai akhir tahun 2009 ini sudah selesai, cuma konsentrasi kami masih terfokus disetujuinya perda sekolah gratis dulu, ujar bapak tiga anak ini.

Hingga saat ini, pelaksanaan pendidikan di Surabaya tidak memiliki payung hukum yang kuat di tingkat lokal. Sahudi mengungkapkan, selama ini memang sudah ada peraturan walikota (Perwali) yang mengatur tentang sekolah gratis. Cuma, payung hukum berupa perwali tidak cukup kuat untuk mengatur sekolah dalam penarikan biaya pendidikan pada siswa.

Dari kebutuhan itu, keberadaan perda penting untuk dijalankan. Makanya kami akan menunggu terus sampai bagian hukum selesai melakukan tinjauan, terang pria kelahiran Banyuwangi ini.

Seperti diketahui, semua draf pengajuan perda sekolah gratis sudah masuk bagian hukum Pemkot Surabaya. Tapi sampai tiga bulan terakhir setelah dimasukkan, kabar persetujuan dari bagian hukum tak kunjung keluar.

Kami sudah selesai membuat semua muatan serta materi yang menyangkut pelaksanaan sekolah gratis di Surabaya. Tinggal persetujuan dari bagian hukum serta DPRD Surabaya saja, ujar Sahudi.

Dengan adanya perda, kata Sahudi, mekanisme pengelolaan pendidikan di Surabaya akan lebih mudah. Selama ini pihaknya sempat dibuat binggung dengan ulah sekolah yang tetap saja menarik biaya pendidikan pada siswa meskipun sudah ada larangan berupa surat edaran (SE).

Kalau sudah ada perda, kami sudah memiliki landasan hukum kuat untuk memberikan sanksi pada sekolah. Semua aturan sekolah gratis bisa terlaksana dengan baik, imbuh mantan Kepala SMAN 15 Surabaya ini.

sumber: dutamasyarakat.com