Dindik Adopsi Sistem Pesantren

2 September 2009 Berita Pendidikan


Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Sahudi, menuturkan, dalam menggerakkan beberapa sekolah yang berada dalam satu atap tidak akan digunakan sistem top management. Dindik akan menerapkan manajemen bersama yang kerap digunakan pesantren, sehingga masing-masing sekolah akan mandiri mengelola dirinya sendiri. Masing-masing sekolah bisa mandiri sedangkan untuk satu atapnya dikelola bersama, tuturnya, Selasa (1/9).

Para siswa sekolah satu atap, kata Sahudi, juga bisa meneruskan sekolah secara pararel dalam satu atap. Misalnya, siswa lulusan SD satu atap bisa secara otomatis meneruskan ke jenjang SMP di sekolah yang sama. Namun, siswa juga diberi kebebasan memilih sekolah lainnya. Seluruh siswa diberi kebebasan, bisa meneruskan di sekolah yang sama atau memilih sekolah lain, imbuhnya.

Untuk persoalan lintas sekolah dalam satu atap, kata Sahudi, mekanismenya dilakukan melalui forum kepala sekolah serta komite sekolah. Misalnya siswa SD yang meneruskan ke SMP dalam satu atap, keputusan ditentukan antarkepala sekolah dan komite, paparnya.

sumber: dutamasyarakat.com