Dinas Pendidikan Sumut Kelola Rp2,1 Triliun

15 Januari 2010 Berita Pendidikan


Alokasi anggaran pendidikan di Sumatera Utara tahun 2010 sebesar Rp2,1 triliun. Dana itu meliputi alokasi daftar isian penggunaan anggaran (DIPA) APBN sebesar Rp1,9 triliun dan alokasi APBD Sumut Rp213 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut Bahrumsyah, kepada warawan, usai menutup rapat koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi Sumut dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota, di Hotel Garuda Plaza Medan, kemarin (13/1) mengatakan, DIPA APBN sebesar Rp1,9 triliun itu terdiri dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) Rp1 triliun lebih, dan Rp800 miliar untuk tunjangan profesi guru dan tunjangan guru terpencil. Sedangkan untuk alokasi bidang pendidikan di Sumut bersumber APBD Rp700 miliar, namun yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Sumut hanya Rp213 miliar, karena selebihnya dana tersebut akan disalurkan ke- 33 kabupaten/kota se- Sumut, paparnya.

Untuk tahun anggaran 2010 ini, lanjut Bahrumsyah, Disdik Sumut tidak melaksanakan kegiatan pembangunan fisik sekolah. Karena seluruhnya dana untuk itu dilakukan oleh pemerintah pusat, yang diajukan oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

Oleh karenanya, penggunaan anggaran tersebut harus dilakukan secara transparan dan penuh kehati-hatian dan ketelitian agar tidak terjadi penyimpangan dan penyelewengan dana. Selain itu, lanjutnya, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana BOS juga sangat diharapkan dukungannya.

Mengenai grand design pendidikan Sumut tahun ini, Bahrumsyah mengatakan, pihaknya memprogramkan pendidikan berbasis digital informasi teknologi (IT). Beberapa sekolah di kabupaten/kota akan dijadikan pilot projek dan mempersiapkan tenaga guru yang handal menggunakan teknologi komputer, katanya.

Untuk mengantisipasi agar tak tertinggal kemajuan dari teknologi dan globalisasi di bidang dunia maya, Disdik Sumut akan bekerja sama dengan dunia usaha dan industri komputer seperti Intel komputer dalam pengadaan komputer.

Artinya, guru bisa memiliki komputer baik melalui kredit dan bagi guru yang belum mampu mengaplikasikannya bisa memperoleh pelatihan di provinsi. Jika tidak tercapai, maka pada 2011 pendidikan di Sumut akan tertinggal, ujarnya.

Oleh sebab itu, sambung Bahrumsyah, yang terpenting adalah bagaimana menggunakan dan menyajikan informasi pendidikan berbasis IT. Saya berharap, disdik kabupaten/kota mampu menerapkan metode soft skill ini dan menyiapkan guru terlatih di bidang komputer, terangnya.
Pada acara yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti 65 peserta terdiri dari 48 peserta dari kabupaten/kota dan 17 peserta dari instansi terkait Disdik Sumut merumuskan 9 kebijakan yang harus dilaksanakan. (saz)

Sumber: Hariansumutpos.Com