Dinas Pendidikan Jatim Lepas 19 Guru Program Kemitraan ke Beberapa Daerah

9 September 2017 Berita Pendidikan


Dinas Pendidikan Jawa Timur, melepas 19 guru pendidikan menengah (SMA/SMK) untuk mengikuti program Kemitraan Guru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan disebar ke beberapa daerah di luar Jatim. Belasan guru itu disebar guna mengimbaskan ilmu pengetahuan yang mereka punya kepada guru-guru lainnya selama tujuh hari di sejumlah daerah, seperti; Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku, Papua, Aceh, Kalimantan Tengah, Jambi, dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Saiful Rachman saat acara pelepasan berpesan agar guru-guru tersebut membawa nama baik Jatim di daerah tujuan. Guru dari Jatim harus mampu memberikan motivasi kepada daerah lain supaya berkembang. Tunjukkan dedikasi kalian sebagai guru. Saiful mengingatkan adanya kesenjangan pendidikan antara Jatim dengan daerah-daerah pengimbasan. Namun, kesenjangan ini bisa dijadikan pembelajaran para guru yang mengikuti program kemitraan.

Salah satu peserta program Kemitraan Guru adalah Gatot Siswo Efendi. Guru asal SMKN 1 Turen, Kabupaten Malang ini akan ditempatkan di Kepulauan Tidore, Maluku. Tanggal 8 September semua berkumpul di Kemendikbud. Hari Senin (11/9) baru berangkat ke daerah tujuan masing-masing. Gatot mengatakan proses seleksi Kemitraan Guru dilakukan terbuka. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bisa mendaftar. Syarat tersebut, di antaranya berstatus pegawai negeri sipil (PNS) golongan IVA, nilai uji kompetensi guru (UKG) minimal 7, serta pernah menjadi instruktur nasional.

Untuk daerah tujuan, lanjut Gatot, dipilihkan oleh Kemendikbud. Nanti saya bertugas di Tidore bersama satu orang guru dari Tuban dan satu guru dari Semarang. Kami mengimbas ke SMA dan SMK yang ada di sana. Di SMKN 1 Turen, Malang, Gatot mengajar mata pelajaran ekonomi. Namun, selama di Tidore belum tentu mengajar mapel tersebut.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)