Depdiknas Uji Coba TIK di SMP Terbuka

4 September 2009 Berita Pendidikan


Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melakukan uji coba program SMP Terbuka berbasis teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). Uji coba dilaksanakan di tiga lokasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara mandiri yang menjadi ciri khas cara belajar siswa SMP Terbuka.
"Pemerintah membuka SMP Terbuka untuk menampung anak-anak yang tidak tertampung dalam pendidikan reguler karena keterbatasan waktu, di mana mereka harus membantu orang tuanya bekerja," kata Direktur Pendidikan SMP Ditjen Mandikdasmen Depdiknas, Didik Suhardi, di Jakarta, Kamis (3-9).

Sistem pembelajaran berbasis TIK sudah dirintis mulai tahun 2009 ini di tiga lokasi, yakni SMP Terbuka Malang Jatim menginduk pada SMP Negeri 2 Malang, SMP Terbuka Kandanghaur Karawang Jabar dan SMP Terbuka Koja Tanjungpriok menginduk pada SMP Negeri 55.

Didik mengatakan uji coba TIK di SMP Terbuka yang telah berjalan satu semester tersebut sepenuhnya berbasis teknologi informasi, di mana seluruh modul pembelajaran sudah menyatu dalam hard disk internal dan eksternal di laptop dan personal komputer siswa.

Pembelajaran TIK tersebut juga diberikan kepada para guru di sekolah induk yang juga menjadi tutor bagi para siswa di SMP Terbuka sehingga tidak hanya siswa saja yang menguasai TIK tetapi juga para guru.

Lebih lanjut, Didik mengatakan kurikulum pembelajaran di SMP Terbuka sama dengan di SMP reguler sehingga pemerintah berupaya meningkatkan kualitas peserta didik dengan membekali kemampuan TIK.

"Guru dalam memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada muridnya bisa langsung diberikan secara online dengan membuka internet dan offline dengan mengambil program yang sudah tersedia di dalam hard disk komputer," kata dia.

Pembelajaran berbasis TIK, kata Didik, didukung oleh sejumlah perusahaan IT melalui program tanggung jawab sosial, antara lain dengan Microsoft dan Intel.

Titik pembelajaran SMP Terbuka di seluruh Indonesia saat ini terdapat di 2.270 lokasi dengan jumlah siswa sebanyak 300 ribu siswa dan sebanyak sepertiga di antaranya kecenderungan memilih untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi.

Pada bagian lain, Didik Suhardi mengatakan untuk menunjang pembelajaran di SMP Terbuka, pemerintah mulai tahun 2010 menaikan dana BOS bagi siswa SMP Terbuka dan masih ditambah dengan beasiswa sebesar Rp25 rib/bulan untuk transportasi siswa dari rumah ke sekolah induk.

Biaya operasional sekolah (BOS) siswa SMP di kota senilai Rp575 ribu/siswa/tahun, sedangkan di kabupaten Rp570 ribu/siswa/tahun. n S-2

Sumber: Lampungpost.Com