Demi Mutu, SMA Trahean di-Negeri-Kan

22 Juli 2011 Berita Pendidikan


MUARA TEWEH - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) berupaya meningkatkan mutu pendidikan ditandai peningkatan status SMA PGRI Trahean, Kecamatan Teweh Tengah menjadi SMA Negeri-3 Muara Teweh.

"Perubahan status sekolah ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di daerah ini agar tak terlalu jauh ketingggalan dari ilmu dan teknologi," kata Bupati Barito Utara, Achmad Yuliansyah, Kamis (21/7/2011).

Hal tersebut disampaikan saat meresmikan SMAN-3 Muara Teweh di Desa Trahean Kecamatan Teweh Tengah yang dihadiri sejumlah pejabat instansi terkait di daerah itu.

Menurut Yuliansyah, peningkatkan sekolah swasta menjadi negeri ini guna memberdayakan potensi yang ada untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya peserta didik, sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.

Jadi, kata dia, bukan hanya kepada peserta didik namun juga kepada seluruh komponen yang mencakup kepada pendidikan itu sendiri seperti guru, orang tua, masyarakat dan pemerintah yang terlibat dalam dunia pendidikan ini.

"Perubahan status sekolah ini merupakan perhatian khusus dari pemerintah daerah terhadapa proses pendidikan salah satunya melakukan peningkatan, penambahan dan pemerataan sarana belajar," katanya.

Ini sejalan dengan harapan pendidikan nasional bahwa pendidikan di wilayah ini bertujuan mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis.

Hal ini penting, sehingga dapat terwujudnya keperibadian yang kokoh dan membentuk karakter kuat berkualitas. "Kita tidak dapat menyerahkan kepada satu kelompok saja namun tugas ini harus diemban bersama sebagai satu kesatuan yang kuat, dengan bersama kita bisa, dengan bersama sesuatu yang berat akan menjadi ringan," jelas Yuliansyah.

Bupati Barito Utara mengatakan melalui pendidikan berbasis karakter yang saat ini tengah dirancang oleh Menteri Pendidikan Nasional RI, diharapkannya semua jenjang pendidikan akan mampu mengeksplorasi potensi peserta didik, sehingga menjadi manusia Indonesia yang memiliki karakter dan tercermin diantaranya.

Kesadaran sebagai makhluk tuhan tidak boleh ada kesombongan dan keangkuhan, keilmuan berdasarkan intelektual, tumbuh kreativitas dan daya inovasi, kecintaan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia sehingga berkeinginan untuk mengejar serta mengukir prestasi.

"Pendidikan sangat penting sebagai modal utama membangun daerah ini yang lebih terarah dan juga sebagai pilar pembangunan," katanya.

Sumber: kompas.com