Berita Pendidikan
21 September 2010

Daya Saing Pendidikan Indonesia Naik 10 Tingkat

MEDAN - Daya saing pendidikan dasar dan tinggi Indonesia meningkat. Hal ini ditunjukkan dari Laporan The Global Competitiveness Report 2010-2011 yang diluncurkan Forum Ekonomi Dunia.

Disebutkan, indeks daya saing global atau Global Competitiveness Index (GCI) Indonesia meningkat. Untuk tahun 2010, GCI Indonesia berada di posisi ke-44 dari 139 negara, sedangkan tahun lalu di peringkat ke-54 dari 133 negara.
Adapun sejumlah negara tetangga berada pada peringkat yang lebih baik adalah Singapura di posisi ke-3, Malaysia di posisi ke-26, Brunei Darussalam di peringkat ke-28, dan Thailand di posisi ke-38.

Rektor USU Prof Syahril Pasaribu diwakili Kahumas USU Bisru Hafi mengatakan, prestasi ini sungguh membanggakan. Ini merupakan sebuah upaya nasional dari semua yang terlibat dalam sistem pendidikan kita, katanya, Minggu (19/9).

Namun, lanjutnya, hal ini merupakan tantangan bagi semua pihak yang ada pada sistem pendidikan di Idonesia. Pencapaian ini diharapkan terus mendorong peningkatan kondisi dan mutu pendidikan yang dapat semakin meningkatkan daya saing bangsa dalam kancah internasional. Kita harus memiliki kemampuan untuk terus mempertahankan mutu pendidikan kita, dan bahkan jika memungkinkan untuk meningkatkannya, terang Bisru.

Menurut Bisru, yang mesti dilakukan untuk mempertahankan atau meningkatkan peringkat kita di Dunia, yakni anggaran pendidikan yang lebih untuk pendidikan dasar dan menengah. Untuk pendidikan tinggi, kita harus mendapatkan motivasi dan kerjasama dengan stakeholder dalam peningkatan kompetensi dan mutu, katanya.

Sementara itu, seperti diberitakan, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh mengatakan, perbaikan peringkat GCI Indonesia ini terutama disebabkan kondisi makro ekonomi yang lebih sehat. Selain itu, indikator-indikator pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan tinggi juga lebih baik. Pendidikan berkontribusi meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global, ungkapnya.

Indikator pendidikan dasar Indonesia meningkat untuk mutu pendidikan dasar (dari posisi 58 ke 55), dan partisipasi pendidikan dasar (dari 56 ke 52). Terdongkraknya daya saing global Indonesia juga didorong pendidikan tinggi dan pelatihan untuk indikator partisipasi pendidikan tinggi, mutu sistem pendidikan, mutu matematika dan sains, akses internet di sekolah dan pelatihan staf. (saz)

Sumber: hariansumutpos.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris