Dana BOS Bisa Saja Dihapus Jika Tidak Dinikmati Siswa

9 Maret 2017 Berita Pendidikan


Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad mengkritik penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sering tidak tepat sasaran. Menurutnya, dana BOS bisa saja dihapuskan, bila subsidi tersebut tidak dinikmati siswa. Dana BOS bisa saja dihapuskan, tapi yang kasihan siswanya. Namun, bila siswa selama ini tidak menikmati BOS ya sia-sia pemerintah memberikan subsidi,di kutip dari JPNN (12/03/17).

Dana BOS yang digunakan untuk membiayai gaji guru honorer tidak lepas dari sorotannya. Yang semestinya, dana yang bisa diambil dari BOS maksimal 15 persen, namun kenyataannya lebih dari itu. Hamid mengatakan, realisasi penghapusan alokasi BOS untuk gaji guru honorer memang masih jauh. Pemerintah harus melihat kembali kekuatan fiskal pusat dan daerah. Akan tetapi, menurutnya, pembahasan lintas kementerian akan digencarkan untuk realisasi tersebut.

Menurutnya, hal ini akan terus diupayakan mengingat dana BOS harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan siswa. Hal itu juga untuk mendukung kebijakan sekolah gratis dan memperluas akses pendidikan bagi semua kalangan.

Selain membayar honor guru honorer, dana BOS digunakan untuk membiayai 12 komponen kegiatan. Perpustakaan, pembiayaan penerimaan siswa baru, ekstrakurikuler, ujian dan ulangan, beli bahan habis pakai, langganan daya dan jasa, perawatan sekolah, pengembangan profesi guru, membantu siswa miskin, komputer, pembiayaan pengelolaan BOS, dan biaya tak terduga.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)