Dana Abadi Fokus untuk Pengembangan Ilmu

21 Juli 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyayangkan pihak-pihak yang menilai jika dana abadi adalah dana yang menganggur dan sengaja tidak dipergunakan untuk menyokong peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Menurutnya, dana abadi merupakan dana yang sengaja didepositokan untuk pengembangan keilmuan meskipun sebenarnya masih diperlukan untuk keperluan lain.

"Banyak orang keliru menilai. Dana abadi ini sebenarnya tabungan untuk jaga-jaga. Setiap orang kan perlu menabung meski masih ada kebutuhan hidup lain. Menabung itu juga kebutuhan dan harus dilakukan," kata Nuh saat ditemui Kompas.com, Rabu (20/7/2011) siang, di kantornya.

Dana abadi, sambung Nuh, dibuka untuk beasiswa S-1. Namun, karena falsafahnya lebih difokuskan bukan untuk keberlanjutan pendidikan, tetapi pada pengembangan keilmuan, arahnya lebih kepada mereka yang ingin melanjutkan S-2 dan S-3 atau penelitian-penelitian yang sifatnya khusus.

"Urusan beasiswa, meskipun di APBN sudah kami cadangkan jumlahnya sampai triliunan untuk siswa SD sampai dosen, dana abadi ini lebih khusus untuk beasiswa yang langsung terkait dengan pengembangan keilmuan," ujarnya.

Ia menjelaskan, beasiswa yang terkait dengan keberlanjutan studi atau angka parisipasi kasar (APK) itu diberikan dalam bentuk beasiswa Bidik Misi. Tujuannya supaya anak tidak putus sekolah. Namun, beasiswa yang berasal dari dana abadi lebih terkait untuk pengembangan keilmuan.

"Oleh karena itu, peruntukannya juga khusus, seperti untuk dosen, para pemenang olimpiade, atau yang khas-khas dan spesifik," tandasnya.

Sumber: kompas.com