Dalam Mengisi Waktu Liburan, Delapan Siswa Ikut Praktik Bertani

8 Juli 2014 Berita Pendidikan


Pada umumnya, masa liburan sekolah merupakan masa yang sangat menyenangkan bagi para siswa. Karena dengan adanya liburan sekolah, anak bisa mengerjakan kegiatan-kegiatan yang menyenangkannya dan terbebas dari tugas-tugas sekolah yang rutin mereka lakukan. Namun bukan berarti liburan tidak dapat diisi dengan kegiatan yang menyenangkan tetapi bermanfaat dan menambah pengalaman.

Seperti yang dilakukan oleh beberapa siswa dai SMA YPWI di Kota Jambi yang mengikuti program Familirisastion Trip ke Kabupaten Kerinci mengisi masa liburan dengan berbaur dengan kehidupan masyarakat setempat dan praktik bertani. Para siswa sangat antusias dalam mengikuti program ini.

Mereka senang karena dengan program ini dapat menambah wawasan mereka serta dapat berdarmawisata dalam program studi tur yang diadakan oleh LaskArt pada tanggal 23 hingga 29 Juni 2014 lalu. Kegiatan praktik bertani di kebun merupakan suatu kegiatan yang tidak pernah dilakukan oleh mereka sebagai anak-anak kota. Mereka dapat merasakan bagaimana seru nya mencangkul ataupun berkebun yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pengalaman ini menyentuh perasaan mereka dan memberi makna lebih.

Dalam kesempatan ini mereka mendapat kesempatan untuk bertani tanaman khas Kayo Aro yang merupakan daerah berhawa sejuk penghasil sayuran dan tanaman agrikultur lainnya. Mereka diberi kesempatan untuk menyiapkan lahan, melakukan perawatan hingga mencoba melakukan panen dan distribusi berbagai tanaman seperti sawi, kol, kentang, tomat, cabe, strawbery.

Program Famtrip yang dikenalkan Disbudpar tersebut sangat bermanfaat dalam menggambleng mental dan perasaan siswa sebagai generasi muda sehingga siap untuk menjadi generasi yang mampu menyiapkan kemandirian dalam menghadapi masalah lapangan kerja di masa depannya. "Program Famtrip ini layak untuk terus dipertahankan dan dikembangkan ke sekolah-sekolah lainnya, apalagi pada kurikulum 2013 yang akan mulai berlaku pada 2014 ini sangat cocok menggunakan metode ini," kata salah seorang siswa. Hal senada diakui Yuliono, salah seorang petani kentang di Kayu Aro, yang menilai program Famtrip yang menurunkan siswa langsung mencoba bertani ini sangat positif untuk memperkenalkan kepada pelajar bahwa Indonesia sejak dulu adalah negara agraris.

Kegiatan mereka dapat di contoh sebagai hal yang positif bagi para siswa yang sedang masa libur sekolah. Tentunya masih ada banyak hal yang bisa dilakukan para siswa untuk mengisi waktu liburan mereka. Oleh karena itu dengan mempunyai kegiatan yang positif selama liburan sekolah, akan bermanfaat bagi anak itu sendiri dan menghindarkan anak dari hal-hal yang negatif.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari antaranews.com)