Connecting Classrooms Expo, Bahasa Tarzan, dan Peterpan

7 Desember 2009 Berita Pendidikan


Berbagi dengan teman dari negara lain melalui internet jelas asyik. Namun, kalau bisa bertemu langsung, tentu lebih sedap lagi. Diskusi bisa lebih seru dan kegiatan pun lebih variatif.
Kegembiraan itulah yang dirasakan oleh para peserta Connecting Classrooms International Education Expo yang berlangsung di Taiwan pada 25-29 November lalu. Connecting Classrooms (CC) adalah program British Council yang menghubungkan sekitar 25.000murid dan 3.000guru dari Inggris dan Asia. Melalui program yang dimulai sejak 2007 ini, proses belajar menjadi lebih praktis dan menarik bagi murid dan guru.

Tahun ini, Indonesia mengirimkan 10 siswa dan enam guru SMP dari beberapa kota. Mereka terpilih karena pengetahuannyatentang global citizenship dan keaktifan dalam program CC.

Marini Qisthina Gorau (SMPN 6 Makassar), Nabila Sekartanti (SMPN 49 Jakarta) dan Tirza Alberta (SMPN 49 Jakarta) menjadi pemenang dari kompetisi I'm a Global Citizen' dari Indonesia yang digelar oleh British Council. Kemenangan itu menjadikan mereka berhak mengikuti Connecting Classrooms International Education Expo ini ke Taiwan.

Bahasa Tarzan

Setiba di Taiwan, para siswa itu dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri atas peserta dari berbagai negara. "Grup macam ini menyenangkan sekali, saya jadi banyak punya teman baru untuk ngobrol banyak hal," kata Wardatun Malatsih, siswa SMPN 1 Magelang.

Anak-anak ditempatkan dalam satu kamar berisi enam orang. Hal-hal menarik pun muncul saat mereka berinteraksi. Meskipun para siswa asal Taiwan relatif cakap berbahasa Inggris, pelafalan yang berbeda-beda sering menyulitkan mereka. Mau tak mau, kalau tak juga "nyambung", bahasa "Tarzan" dipakai.

Selain itu, siswa Indonesia juga cepat klop dengan rekan mereka asal Malaysia. Begitu bicara band favorit, muncullah nama-nama band papan atas Indonesia seperti Peterpan, D'Masiv, atau Nidji. Tak cukup ngobrol, mereka juga mendendangkan lagu-lagu pop Indonesia di waktu luang.

Pada dua hari pertama, peserta dikirim ke enam kota yang berbeda. Di setiap kota, mereka mengikuti diskusi dengan tema yang berbeda-beda mulai perubahan iklim, global citizenship, sampai yang fun seperti olahraga dan kesenian. Selain itu, para peserta juga mengunjungi tempat-tempat wisata dan ikut belajar di sekolah Taiwan.

Ruang kelas dan fasilitas laboratorium yang canggih membuat mereka terkesan. Namun, bukan bangunan fisik semata yang memikatnya, melainkan juga pada cara guru memberikan pelajaran yang begitu fun. Mengajar dengan mengenakan hidung badut, misalnya, buat mereka tentu sebuah pemandangan baru.

"Saya jadi lebih mengetahui bagaimana sekolah bertaraf internasional itu seharusnya berjalan," ujar Sarman, guru SMPN 49 Jakarta.

Mereka juga merasakan betapa ketatnya peraturan ditegakkan demi kepentingan bersama. Mengingat saat itu ancaman virus H1N1sedang ramai-ramainya di sana, setiap orang yang masuk wilayah sekolah harus mencuci tangannya dengan cairan antiseptik, diperiksa suhu badannya, serta diharuskan memakai masker.

Pada dua hari terakhir, para siswa dikumpukan lagi di Taipei. Mereka kemudian diharuskan membuat stan berdasarkan apa yang mereka terima di kota-kota sebelumnya. Dua hari tersebut pun berubah menjadi expo yang sangat meriah dari para siswa peserta CC.

Di saat bersamaan, para guru dari Indonesia pun mengikuti workshop. "Saya beroleh jejaring baru dengan guru-guru dari negara lain dan wawasan baru tentang kurikulum internasional," kata Margaretha Rismarini, guru SMPN 6 Makassar.

Selain murid dan guru, acara di Taiwan ini dihadiri delegasi dari Departemen Pendidikan dari negara-negara peserta, termasuk Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) RI. Mereka bertemu untuk membahas dan bertukar pengalaman mengenai kebijakan pendidikan dan kurikulum.

"Kami, misalnya, jadi lebih paham tentang pembagian peran yang tepat antara Direktorat (pusat) dan Dinas Pendidikan Propinsi (daerah)" kata Yenny Rusnayani, Deputi Direktur Lembaga Sekolah Depdiknas.

LTF/Editor: latief

Sumber: Kompas.Com