Cegah Terorisme, Menristekdikti Kumpulkan Semua Rektor

5 Juni 2018 Berita Pendidikan


Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menegaskan, kampus mesti benar-benar bersih dari terorisme dan radikalisme. Untuk memastikan itu, dalam waktu dekat Nasir akan mengumpulkan semua rektor dan berbicara secara detail mengenai pencegahan dan pengawasan terkait radikalisme di kampus. Tanggal 25 Juni akan kumpulkan semua rektor, direktur, petinggi kampus. Nanti akan bicara secara detail tentang radikalisme di kampus, pencegahannya, dan juga pengawasan.

Nasir mengatakan, untuk mencegah radikalisme di kampus Kemenristekdikti juga telah bekerja sama dengan beberapa lembaga seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Selain itu, selama ini pihaknya juga telah cukup memaksimalkan bela negara dan wawasan kebangsaan kepada sivitas kampus. Ke depan monitoring kepada para mahasiswa dan dosen akan terus dilakukan.

Karena itu, deteksi dini paham radikal di kampus akan terus intensifkan dimulai dari mahasiswa, dosen, staf hingga alumni. Kendati begitu, tidak akan membuat aturan perihal pembatasan kegiatan mahasiswa di kampus. Pokoknya kampus harus bersih dari paham-paham radikal.

Rektor Universitas Riau (Unri), Prof. Dr Aras Mulyadi sangat tidak menduga adanya tindakan terkait teror di kampus universitas negeri di Kota Pekanbaru, Riau itu. Ia mengatakan pihak universitas tidak pernah mendukung tindakan yang berkaitan dengan terorisme di kampus tersebut. Karena itu, kami seluruh civitas academica sangat mengutuk tindakan yang menjurus ke teror ini.

Kapolda Riau, Irjen Polisi Nandang mengatakan; Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap tiga orang terduga teroris dan menyita sejumlah barang yang diduga bom dari kampus Universitas Riau, Kota Pekanbaru, Sabtu. Terduga tiga orang (teroris) yang berhasil kita amankan itu, yaitu berada di Kampus Unri. Nandang mengatakan selain menangkap tiga terduga teroris, Densus 88 juga menyita sejumlah bom rakitan. Tiga orang yang ditangkap adalah alumni Universitas Riau.

Ketiganya adalah alumni Universitas Riau tahun 2002, 2004, 2005. Mereka berinisial Z, B dan K. Terduga Z disebut alumni jurusan pariwisata, sedangkan inisial B dan K merupakan alumni jurusan Komunikasi dan Administasi Negara FISIP Unri. Mereka sengaja menumpang tidur di mess Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Sakai, dan merakit bom di dalam mes kampus itu. Ia mengatakan, terduga mengaku bom tersebut rencananya akan diledakan di gedung DPR dan DPRD Riau.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbaagai sumber)