Berita Pendidikan
8 Agustus 2011

Bulan Berlomba dalam Kebaikan

Bulan Ramadan identik dengan bulan keberkahan dan kebaikan serta kasih sayang. Selama 11 bulan sebelumnya, tempaan kehidupan duniawi kental mewarnai segenap aktivitas kehidupan sehari hari.

Nah, bulan puasa inilah saatnya menebar kebaikan atau kebajikan pada sesama, saudara, tetangga, keluarga, bahkan antara instansi pemerintah dalam berbagai dimensi aktivitasnya sebagai pejabat,birokrat, menteri dan sebagainya.

Kendati tidak mesti dilakukan saat Ramadan saja, namun momentum untuk bersilaturahmi dengan kalangan rakyat kecil di perkampungan atau pedesaan apalagi terkait dengan tugas pemberdayaan pendidikan.

Itulah yang tercermin saat acara Silaturahmi Ramadan 1432 H, di SD Negeri 02 Desa Karang Tengah,Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/8). Mendiknas M Nuh dalam sambutannya mengingatkan agar momentum puasa Ramadan menjadi semangat berbuat baik bagi sesama pada siapa saja.

"Mari kita jadikan momentum bulan puasa Ramadan ini untuk kita berlomba lomba berbuat kebajikan dan kebaikan pada sesama," kata Mendiknas M Nuh dihadapan ratusan murid SDN 02 Karang Tengah, acara tersebut dihadiri Bupati Bogor Rahmat Yasin, Direktur SD Kemendiknas Ibrahim Bafadal, dinas pendidikan setempat, kalangan usahawan atau pengusaha dan warga sekitar.

Dalam kesempatan itu, Mendiknas memberikan bantuan sosial sekolah dasar (SD) untuk Kabupaten Bogor, Jawa Barat senilai Rp 14,2 miliar, diterima masing-masing Bupati Kabupaten Bogor Rahmat Yasin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Didi Kurnia, Kepala Sekolah SDN Karang Tengah 02 Nean Bin Jaman, dan sejumlah siswa penerima beasiswa.

Mendiknas menyampaikan, meskipun pendidikan telah menjadi kewenangan pemerintah daerah, namun semua pihak dapat berpartisipasi menyelesaikan permasalahan pendidikan.

M Nuh yang sejak kecil hingga dewasa dekat dengan kalangan ulama dan kyai di Jawa Timur ini melanjutkan kisahnya tentang pentingnya kebajikan.

Ia menuturkan alkisah seorang raja yang memiliki tiga orang pembantu ,pembantu pertama seorang yang rajin, pembantu kedua agak malas dan pembantu ketiga amat malas. Selanjutnya, raja memerintahkan ketiga pembantunya untuk mencari

buah buahan yang baik dan manis.Pembantu yang rajin mencari dengan giat serta mengumpulkan buah yang baik dan manis dalam sebuah karung, pembantu yang agak malas mengumpulkan buah yang biasa dan tidak manis, lalu pembantu yang amat malas mengumpulkan buah se adanya bercampur dengan batu,rumput dan tanah.

Setelah perintah dilaksanakan ketiga pembantu itu menghadap sang raja. Raja memeriksa masing-masing buah yang dikumpulkan dalam karung.

Sekonyong-konyong raja memerintahkan ketiganya masuk dalam penjara selama dua bulan tanpa memberikan makanan." Nah,masuklah kalian dalam penjara dan makanlah buah-buahan yang kalian kumpulkan selama kalian dikurung," perintah raja.

Kisah ini, kata M Nuh menjadi itibar atau pelajaran tentang kehidupan.Ketiga pembantu itu menikmati hasil kerjanya,bagi pembantu yang rajin dan bekerja dengan baik sungguh-sungguh melaksanakan titah raja beruntung karena menikmati makanan buah-buahan yang baik sehingga mampu bertahan hidup di penjara. Namun sebaliknya bagi kedua pembantu yang malas tersebut, menderita selama di penjara.

"Inilah contoh kehidupan bahwa kita juga akan seperti itu.Di alam kubur kita akan membawa amal kebaikan dan amal keburukan.Beruntunglah mereka yang rajin beramal kebaikan karena akan menikmatinya nanti di alam baqa," jelas M Nuh.(Bay/X-12)

Sumber: mediaindonesia.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris